Selasa, 5 Mei 2026

5 Populer Regional: Sosok Haji Her yang Dipanggil KPK - Kepala Samsat Soekarno-Hatta Dinonaktifkan

Haji Her dipanggil KPK terkait mafia cukai rokok ilegal, sementara Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan usai polemik aturan pajak kendaraan.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
  • Haji Her (Khairul Umam), dikenal sebagai Crazy Rich Madura, dipanggil KPK terkait dugaan korupsi dan suap dalam mafia cukai rokok ilegal di DJBC Kementerian Keuangan.
  • Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung, Ida Hamidah, dinonaktifkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah polemik kebijakan penghapusan syarat KTP pemilik pertama saat pembayaran pajak kendaraan.

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari sosok Haji Her yang dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemanggilan ini terkait kasus  kasus dugaan korupsi dan suap dalam praktik mafia cukai rokok ilegal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Selama ini, pria bernama asli Khairul Umam itu dikenal sebagai Crazy Rich asal Pulau Madura, Jawa Timur.

Kemudian ada duduk perkara Kepala Samsat Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Bandung, Ida Hamidah yang dinonaktifkan oleh  Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Semua bermula dari penghapusan kewajiban membawa KTP pemilik pertama saat membayar pajak kendaraan bermotor tahunan di Samsat.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Sosok Haji Her, Crazy Rich Madura Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Cukai Rokok Ilegal, Bos Tembakau

Haji Her Sultan Madura yang sumbang Rp350 juta untuk Palestina.
Haji Her Sultan Madura yang sumbang Rp350 juta untuk Palestina. (TribunJatim.com/Kuswanto Ferdian)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil bos tembakau asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Khairul Umam atau dikenal sebagai Haji Her.

Haji Her dipanggil untuk pendalaman penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap dalam praktik mafia cukai rokok ilegal di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto membenarkan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada Haji Her.

Namun, pria yang dijuluki Crazy Rich Madura itu tidak memenuhi panggilan pertama penyidik KPK.

“Yang benar bahwa sudah ada panggilan. Namun jika yang bersangkutan tidak hadir, tentu penyidik akan mempertimbangkan langkah selanjutnya, apakah dilakukan pemanggilan ulang atau penjadwalan kembali. Kita tunggu saja,” ujar Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

Lantas siapakah sosok Haji Her?

Melansir TribunJatim.com, Haji Her dikenal sebagai Crazy Rich Madura.

Dia merupakan pengusaha tembakau asal Pamekasan.

Dalam perkara ini, Haji Her dipanggil atas kapasitasnya sebagai pemilik PT Bawang Mas Group, perusahaan tembakau yang berbasis di Pamekasan, Madura.

Dia menjadi Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).

Haji Her lahir di Pamekasan, 25 November 1981. Usianya saat ini 44 tahun.

Ia memiliki nama asli Khairul Umam.

Selain di bidang tembakau, Haji Her juga memiliki usaha minuman dan makanan cepat saji.

Sebagai seorang pengusaha, Haji Her dikenal dermawan.

Baca selengkapnya.

2. Harga Plastik Naik, Produsen di Semarang Kurangi Pembelian Bahan Baku hingga Setengah

HARGA PLASTIK NAIK - Toko plastik di Rumbai, Pekanbaru membuat pengumuman soal kenaikan harga plastik baru-baru ini.
HARGA PLASTIK NAIK - Toko plastik di Rumbai, Pekanbaru membuat pengumuman soal kenaikan harga plastik baru-baru ini. (Tribun Pekanbaru/Istimewa)

Harga produk berbahan plastik naik di sejumlah daerah.

Kenaikan harga plastik ini dipicu gangguan pasokan bahan baku global imbas konflik di Timur Tengah.

Salah satu produsen plastik kemasan di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sangat merasakan kenaikan tersebut.

Andi Wahyu Utomo, pemilik pabrik kemasan berbahan plastik di Kecamatan Pringapus mengatakan, bahan baku plastik sudah naik sejak pertengahan bulan Ramadan 2026 kemarin.

Lalu, kenaikan drastis terjadi saat setelah Lebaran 2026.

Kepada TribunJateng.com, ia mengatakan naiknya bahan baku karena adanya konflik dan pasokan jadi terlambat.

"Bahan bakunya dari nafta, itu impor dari Timur Tengah,"

"Karena ada konflik Iran, Israel, dan Amerika, pasokan jadi terhambat, otomatis harga naik," ujarnya saat ditemui di tempat produksinya, Selasa (7/4/2026). 

Bahkan, dari kenaikan tersebut, ia harus mulai mengurangi produksinya karena hanya membeli bahan baku setengah dari biasanya.

Ia menuturkan, harga biji plastik jenis OPV yang biasa ia gunakan harganya mencapai Rp70 ribu per kilogram yang awalnya hanya Rp35 ribu per kilogram.

Andi pun mengaku kini hanya membeli bahan baku sekitar tujuh ton saja dari yang biasanay 15 ton.

Baca selengkapnya.

3. Sopir Truk di Medan Menangis Lihat Jenazah Anaknya Luka-luka Diduga Dianiaya Gegara Curi Buah Matoa

MENCURI BUAH MATOA - Buah Matoa. Hati Zulkarnain (56) hancur ceritakan anaknya, Dodi Muhammad (30) tewas diduga dianiaya gegara mencuri buah matoa di Medan Labuhan.
MENCURI BUAH MATOA - Buah Matoa. Hati Zulkarnain (56) hancur ceritakan anaknya, Dodi Muhammad (30) tewas diduga dianiaya gegara mencuri buah matoa di Medan Labuhan. (Tribun Health)

Zulkarnain (56) tak kuasa menahan tangis menceritakan nasib tragis yang dialami anaknya, Dodi Muhammad (30).

Dodi tewas diduga dianiaya oleh pemilik rumah dan sekelompok orang, usai dituduh mencuri buah matoa di Jalan Nahkoda Sulaiman, Lingkungan V, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB pagi.

Buah Matoa atau Pometia Pinnata berasal dari wilayah Papua dan merupakan endemik yang tumbuh subur di wilayah tersebut. 

Matoa atau yang biasa disebut lengkeng Papua sering ditemukan di hutan tropis dengan curah hujan tinggi.

Cita rasanya khas, perpaduan rasa rambutan, kelengkeng dan durian.

"Hanya gara-gara buah sampai menghilangkan nyawa anak saya," ujar Zulkarnain dengan suara terisak saat ditemui di kediamannya, Selasa (7/4/2026).

Kronologi

Menurut Zulkarnain, anaknya saat itu bersama seorang temannya diduga masuk ke pekarangan rumah milik warga untuk mengambil buah matoa.

Namun, aksi tersebut diketahui pemilik rumah, hingga Dodi langsung disekap di lokasi.

Ia mengaku baru mengetahui kejadian itu dari tetangga. 

Mendapat kabar tersebut, Zulkarnain bersama keluarga langsung menuju kantor polisi untuk mencari keberadaan anaknya.

"Saat dikasih kabar, kami langsung ke kantor polisi. Kejadian ini tidak saya inginkan, hanya gara-gara mengambil buah sampai disiksa hingga meninggal dunia," tuturnya.

Baca selengkapnya.

4. Sosok Aflaha Prasetyo, Siswa Asal Purwokerto Diterima di 10 Kampus Terbaik Dunia, Penghafal 30 Juz

SISWA BERPRESTASI - Siswa SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Aflaha Prasetyo yang diterima di 10 kampus luar negeri, Selasa (7/4/2026).
SISWA BERPRESTASI - Siswa SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Aflaha Prasetyo yang diterima di 10 kampus luar negeri, Selasa (7/4/2026). (TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati, Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia.

Seorang siswa asal Purwokerto, Jawa Tengah berhasil diterima di sejumlah kampus terbaik dunia.

Sebuah pencapaian yang bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mencerminkan potensi besar pendidikan nasional.

Siswa tersebut adalaha Aflaha Prasetyo.

Ia merupakan siswa kelas XII MIPA 1 Al Irsyad Al Islamiyah Boarding School Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Aflaha merupakan seorang hafiz Alquran dengan hafalan 30 juz.

Dia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Orang tuanya tinggal di Karawang, Jawa Barat.

Meski berada jauh dari orang tuanya, Aflaha mendapat dukungan penuh dari keluarga.

Adapun beberapa kampus yang menerimanya antara lain; University of Toronto (Kanada), University of Queensland (Australia), Victoria University of Wellington (Selandia Baru).

Kuliah di luar negeri merupakan impian yang telah ia persiapkan sejak duduk di kelas XI.

Untuk mewujudkan impian tersebut, Aflaha mulai mencari informasi kampus yang memiliki reputasi global serta kekuatan riset unggul.

"Persiapannya sebenarnya dari pertengahan kelas XI. Mulai cari-cari informasi jurusan dan kampus yang risetnya bagus dan reputasinya juga bagus secara global," kata Aflaha kepada TribunBanyumas.com, Selasa (7/4/2026).

Baca selengkapnya.

5. Awal Mula Kepala Samsat Soekarno-Hatta Dinonaktifkan Dedi Mulyadi, Akibat Ulah Anak Buahnya

PAJAK KENDARAAN - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai melakukan pertemuan dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Kepala Samsat Soetta Kota Bandung dinonaktifkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buntut petugas meminta KTP untuk pajak kendaraan.
PAJAK KENDARAAN - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai melakukan pertemuan dengan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Kepala Samsat Soetta Kota Bandung dinonaktifkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buntut petugas meminta KTP untuk pajak kendaraan. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor. 

Sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah. Subjek Pajak Kendaraan Bermotor adalah orang pribadi atau Badan yang memiliki dan/atau menguasai Kendaraan Bermotor. 

Sementara Objek Pajak Kendaraan Bermotor adalah kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor.

Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghapus kewajiban membawa KTP pemilik pertama saat membayar pajak kendaraan bermotor tahunan di Samsat.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 47/KU.03.02/BAPENDA yang diterbitkan pada 6 April 2026.

Kini, wajib pajak cukup membawa STNK kendaraan dan KTP penguasa atau pengguna kendaraan.

Namun, aturan itu belum sepenuhnya bisa dijalankan di semua Samsat yang ada di Jawa Barat, contohnya di Samsat Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Bandung.

Di Samsat Soetta Kota Bandung, petugas belum melayani masyarakat sesuai surat edaran tersebut.

Akibatnya, Kepala Samsat Soetta mendapat sanksi dari Dedi Mulyadi berupa penonaktifan sementara.

Melansir TribunJabar.id, penonaktifan pimpinan Samsat itu bermula dari temuan investigasi mengenai efektivitas kebijakan baru di lapangan.

Dedi mengatakan, masih ada petugas yang tidak melayani masyarakat sesuai instruksi terbaru, yang seharusnya mempermudah wajib pajak.

Baca juga:  Tidak Laksanakan SE Bayar Pajak Tanpa KTP Pemilik Pertama, Kepala Samsat Soekarno-Hatta Dicopot

"Saya mengucapkan terima kasih kepada akang yang sudah melakukan investigasi tentang efektivitas surat edaran Gubernur."

"Bahwa pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan tidak usah menggunakan KTP pemilik pertama. Dan dalam faktanya masih ditemukan petugas yang tidak melayani dengan baik," ujar Dedi, Rabu (8/4/2026).

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved