Sabtu, 2 Mei 2026

5 Populer Regional: Sosok Pilot Helikopter Jatuh di Sekadau - Polisi Digerebek Bersama ASN

Pesawat jatuh di Sekadau menewaskan 8 orang termasuk pilot, sementara oknum polisi dan ASN di Nganjuk digerebek karena dugaan selingkuh.

Tayang:
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Bobby Wiratama

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pilot di Whitesky Aviation Indonesia (2017–2019) dan PT HM Sampoerna Tbk (2015–2017).

Marindra juga memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut. D. 

Selain pengalaman profesional, ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen.

Baca selengkapnya.

2. Gus Miftah Disorot Usai Puji Diplomasi Prabowo di Selat Hormuz: Saya Bicara Berdasar Fakta

GUS MIFTAH - Gus Miftah disorot usai puji Prabowo soal Selat Hormuz, DJ Donny bantah klaim dan sebut menyesatkan publik.
GUS MIFTAH - Gus Miftah disorot usai puji Prabowo soal Selat Hormuz, DJ Donny bantah klaim dan sebut menyesatkan publik. (Dok Pribadi)

Pendakwah kondang Miftah Habiburrahman alias Gus Miftah kembali menjadi sorotan publik setelah ceramahnya yang memuji kinerja Prabowo Subianto dalam diplomasi Selat Hormuz viral di media sosial.

Dalam ceramah tersebut, Gus Miftah menyinggung keberhasilan pemerintah dalam membuka jalur strategis internasional yang dinilai penting bagi kepentingan Indonesia.

Namun, pernyataannya justru menuai reaksi beragam dari netizen.

Tak sedikit warganet yang melontarkan kritik hingga menuding ceramah tersebut sebagai bentuk “menjilat” pemerintah.

Kritik tersebut pun ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.

Menanggapi hal itu, Gus Miftah angkat bicara.

Ia membantah keras anggapan bahwa dirinya sedang memuji pemerintah demi kepentingan tertentu.

"Saya berbicara berdasarkan fakta yang ada, Loyalitas saya bukan karena kedekatan tapi karena keyakinan, kita sama-sama mengetahui bahwa Presiden melalui Menteri Luar Luar Negeri Pak Sugiono dan Menteri ESDM Pak Bahlil berhasil melakukan diplomasi agar membuka jalur Hormuz untuk Indonesia," tegas Gus Miftah, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, apa yang disampaikan dalam ceramah tersebut merupakan bentuk konsistensi sikap dalam mendukung kepemimpinan yang dinilai kuat dan berpihak kepada rakyat, bukan sekadar momentum atau pencitraan.

Gus Miftah juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menjilat atau berpihak secara membabi buta kepada pemerintah. Ia menyebut kritik publik merupakan hal wajar, namun tidak seharusnya mengaburkan substansi yang disampaikan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved