Bertemu Gusti Moeng, Andre Rosiade Tanya Janji Menbud Fadli Zon
Andre Rosiade soroti janji revitalisasi Keraton Kilen saat kunjungan ke Solo dengan bertemu Gusti Moeng
Untuk mengantisipasi berakhirnya siklus tersebut, Pakubuwono X membangun kompleks baru di sisi barat keraton utama, yang dibatasi wilayah Ngargopuro dan Ngargopeni.
Keraton Kilen, yang juga dikenal sebagai Keraton Kulon, sempat menjadi kediaman Pakubuwono X selama kurang lebih enam tahun sebelum beliau wafat pada 1939, setelah bangunan itu rampung pada 1933.
Pembangunan Keraton Kilen juga dikaitkan dengan aspek spiritual.
Dalam cerita yang berkembang, Pakubuwono X disebut memperoleh wangsit atau petunjuk melalui mimpi untuk mendirikan keraton kecil sebagai langkah menjaga keberlangsungan Kasunanan Surakarta yang saat itu mendekati usia 200 tahun, selaras dengan ramalan Raden Ngabehi Ronggowarsito.
Dalam mimpi tersebut pula, muncul gambaran ancaman perang besar di masa mendatang.
Hal itu kemudian direspons dengan pembangunan bunker di sekitar kompleks sebagai langkah antisipatif.
Menariknya, setelah wafatnya Pakubuwono X, dunia benar-benar memasuki masa Perang Dunia II, yang oleh sebagian pihak dianggap memperkuat narasi spiritual di balik pembangunan tersebut.
Seiring rencana pembukaan untuk publik, pemerhati budaya Prof. Teguh Budiharso menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara fungsi edukasi dan nilai kesakralan.
Ia berpendapat bahwa tidak seluruh area perlu dibuka bebas. Beberapa bagian dapat diakses masyarakat untuk kepentingan edukasi sejarah, sementara area inti tetap dibatasi.
Menurutnya, ruang terbuka seperti halaman dan bunker memiliki nilai historis tinggi yang layak diperkenalkan kepada publik, bahkan bisa dikembangkan sebagai ruang edukasi atau museum kecil yang menjelaskan sejarah Keraton Kilen.
Adapun bangunan utama yang dahulu menjadi tempat tinggal Pakubuwono X, sebaiknya tetap memiliki akses terbatas dan hanya bisa dikunjungi dengan izin khusus.
Sikap Fadli Zon
Menbud Fadli Zon menegaskan pemerintah pusat tidak akan intervensi atau ikut campur dalam urusan internal kekeluargaan Keraton Surakarta/Solo.
Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Fadli Zon mulanya menyatakan kalau kekisruhan yang terjadi dan viral belakangan ini di kekeluargaan Keraton Solo memang sudah sejak lama muncul konfliknya.
"Kraton Solo ini konfliknya memang atau perselisihannya sudah cukup panjang, jadi memang yang kami lakukan ini setelah 40 hari surutnya PB (Pakubowono) ke-XIII kita undang semua pihak tapi yang datang tentu yang kita engage," kata Fadli Zon dalam raker dengan Komisi X DPR RI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Andre-Rosiade-bertemu-Gusti-Moeng-tanya-janji-Fadli-Zon.jpg)