Kamis, 30 April 2026

Berita Viral

Mobil Civic Turbo Kades Hoho Dibom Molotov OTK, Korban: Cemen Amat yang Lempar

Serangan molotov ke mobil kades viral, pelaku misterius diduga pakai kendaraan senyap. Motif belum terungkap, publik resah.

Tayang:
Instagram/@hoho_alkaff
KADES HOHO DITEROR - Aksi teror berupa pelemparan bom molotov oleh OTK menimpa mobil milik Kades Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.Pria yang aslinya bernama Welas Yuni Nugroho ini mengabarkan, peristiwa terjadi pada Jumat (24/4/2026), subuh. 

Audiensi itu dihadiri panitia seleksi perangkat desa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau.

Selain itu, juga ada sejumlah organisasi perangkat desa (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara.

"Kami hanya mengamankan saja. Saat mediasi tidak ada titik temu, karena situasi memanas Pak Kapolsek atas permintaan dari panitia akhirnya (peserta audiensi) dikeluarkan semua," kata Mariska saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Polisi kemudian mengamankan Kades Hoho keluar ruangan hingga menuju rumahnya.

Dalam proses pengamanan tersebut, lanjut Mariska, kacamata dan papan nama Kades Hoho sempat terjatuh.

"Dalam prosesnya saat di dekat mobil kacamata yang bersangkutan sempat jatuh dan saat mendekat di mobil papan nama magnet sempat jatuh juga, namun diambilkan oleh anggota polisi," jelas Mariska.

Mariska tak menampik sempat terjadi ketegangan dalam peristiwa tersebut.

Akan tetapi, ia menyebut masih dalam tahap yang wajar.

"Terjadi ketegangan wajar, cuma tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Mariska.

Mariska kembali menegaskan mediasi berjalan lancar, tertib dan terkendali.

"Sementara berjalan aman-aman saja kalau dari pandangan kami. Kami tanya ke anggota juga bilang semua berjalan tertib," ujar Mariska.

Ia pun tak mempersoalkan apabila Kades Hoho melaporkan Kapolsek Mandiraja ke Propam Polda Jateng.

"Kalau dilaporkan ke Propam ya monggo (silakan). Selebihnya untuk prosesnya kami mengikuti Propam untuk mendalaminya," tegas Mariska.

LSM Harimau Bantah Pukul Kades Hoho

Sementara itu, Ketua LSM Harimau, Prakas, membantah anggotanya melakukan pengeroyokan terhadap Kades Hoho.

Prakas menjelaskan kehadiran pihaknya di balai desa bertujuan untuk melakukan pendampingan advokasi, bukan berdemonstrasi.

"Kita bukan demo, tidak ada demo sama sekali. Kami datang untuk pendampingan advokasi dalam audiensi atas permintaan sejumlah peserta yang tidak lolos seleksi," ujar Prakas saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026), dilansir TribunBanyumas.com.

Dalam audiensi itu, LSM Harimau mewakili sekitar sepuluh peserta seleksi perangkat desa.

Mereka mempertanyakan transparansi panitia, terutama terkait penggunaan bank soal yang disimpan dalam sebuah flashdisk.

Prakas menilai hal tersebut tidak wajar karena sebelumnya ada saran agar panitia menggunakan soal baru.

"Ketika kami tanyakan soal flashdisk itu, ketua panitia tidak bisa menjelaskan. Situasi mulai tegang saat Kepala Desa ikut terlibat emosi, padahal yang kami tanyakan adalah pihak panitia," jelasnya.

Prakas menyebut, kericuhan pecah bukan karena provokasi dari pihaknya.

Namun, dipicu oleh kehadiran orang-orang dari luar daerah yang ikut tersulut emosi di ruang audiensi.

Ia mengaku memiliki rekaman video utuh sebagai bukti untuk membantah tudingan pengeroyokan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Pengakuan Kades Hoho Dikeroyok Massa, Kaca Mata Pecah hingga Baju Robek

(Tribunnews.com/ Chrysnha, Nanda Lusiana, TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati, Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved