Kamis, 30 April 2026

Oknum TNI di Konawe Kabur saat Diperiksa Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Bocah SD

Oknum TNI Sertu MB diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap bocah SD di Konawe Selatan Sultra, dia kabur saat diperiksa.

Tayang:
ist
OKNUM TNI KABUR - Ilustrasi anggota TNI. Oknum TNI Sertu MB diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap bocah SD di Konawe Selatan Sultra, dia kabur saat diperiksa. 

Ringkasan Berita:
  • Sertu MB diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap bocah perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Konawe Selatan (Konsel), Sultra.
  • Kini bocah itu ngalami trauma, kondisi psikologisnya sangat memprihatinkan.
  • Sementara itu Sertu MB dilaporkan melarikan diri dari pengawasan satuannya saat proses pemeriksaan berlangsung.

 

TRIBUNNEWS.COM, KENDARI - Seorang oknum TNI, Sertu MB diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Peristiwa memilukan tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (14/4/2026) di kediaman pelaku, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Update terkini, kondisi psikologis korban sangat memprihatinkan.

Sementara terduga pelaku melarikan diri dari pengawasan satuannya saat proses pemeriksaan berlangsung.

Pihak keluarga korban mengatakan dugaan kekerasan seksual ini terkonfirmasi berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap korban.

"Iya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada indikasi kuat dugaan kekerasan seksual (pencabulan)," ujar tante korban, VN, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kendari, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Alasan 4 Prajurit TNI Siram Andrie Yunus Pakai Air Keras: Beri Efek Jera Agar Tak Menjelekkan TNI

Keluarga menyatakan bahwa kondisi psikologis korban saat ini sangat memprihatinkan.

Bocah tersebut mengalami trauma berat dan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan sejak insiden tersebut.

VN menegaskan bahwa pihak keluarga kini fokus pada pemulihan mental korban yang membutuhkan pendampingan profesional secara berkelanjutan.

“Kondisi korban sangat trauma. Saat ini dia sangat membutuhkan pendampingan psikologis untuk memulihkan kondisinya,” ujar VN.

 

Keluarga Resah Sertu MB Kabur

Keluarga berharap aparat penegak hukum, khususnya militer, dapat menangani kasus ini secara transparan dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban.

Keresahan keluarga memuncak setelah mengetahui bahwa terduga pelaku tidak lagi berada dalam tahanan.

Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan yang melibatkan anggotanya.

Sumber: Tribun Sultra
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved