Motif ASN Bakar Kantor Dishub Babel Terungkap: Sakit Hati Gegara Tak Naik Pangkat
Polisi tangkap terduga pelaku pembakaran Kantor Dishub Babel. Kadis ungkap pelaku diduga ASN dan sempat ancam lewat Instagram.
Kepala Dinas Perhubungan, M. Haris, ternyata sempat menerima ancaman serius dari seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum insiden kebakaran terjadi.
Ancaman tersebut diketahui melalui unggahan di media sosial Instagram yang berisi pesan mengerikan, yakni rencana untuk membunuh Haris sekaligus membakar kantor Dishub Babel.
“Tadi malam saya sudah melapor terkait ancaman yang dilakukan oleh staf saya melalui Instagram. Di situ tertulis jelas ancaman untuk membunuh saya dan membakar kantor,” ungkap Haris saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).
Menurut Haris, ancaman itu bukan sekadar emosi sesaat. Ia bahkan telah mendeteksi adanya niat jahat dari bawahannya tersebut sebelum peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) malam.
Ia menduga kuat kebakaran yang menghanguskan ruang kerjanya bukanlah kejadian biasa, melainkan berkaitan langsung dengan ancaman yang telah dilontarkan sebelumnya.
Sebagai bukti, Haris telah menyerahkan tangkapan layar (screenshot) dari akun media sosial terduga pelaku kepada penyidik. Selain itu, rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan juga tengah dikumpulkan sebagai bahan penyelidikan.
“Bapak ada bukti rekaman, ada dugaan ancaman mau bakar?” tanya seorang polisi saat Haris melapor.
“Ada postingannya, kami juga ada video rekaman CCTV. Ini masih diambil rekamannya,” jawab Haris.
Dugaan konflik ini disebut bermula dari keputusan Haris menahan berkas kenaikan pangkat oknum ASN tersebut. Langkah itu diambil sebagai bentuk pembinaan disiplin, lantaran yang bersangkutan dinilai tidak menjalankan tugas secara optimal.
“Berkas kenaikan pangkatnya saya kembalikan karena saya ingin melakukan pembinaan terlebih dahulu. Berdasarkan laporan, yang bersangkutan sudah lama tidak masuk kantor secara efektif,” jelasnya.
Haris menegaskan, keputusan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai pimpinan untuk menjaga kedisiplinan dan kinerja pegawai, terlebih karena menyangkut kepentingan negara.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Karena ini aset negara yang terbakar, saya serahkan sepenuhnya ke Polda untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru, terduga pelaku pembakaran disebut telah diamankan oleh anggota Polda Bangka Belitung pada Kamis dini hari. Meski demikian, pihak kepolisian belum merilis secara resmi identitas pelaku maupun kronologi lengkap penangkapan.
Kasus ini kini masih dalam penyelidikan intensif guna mengungkap motif serta memastikan keterkaitan antara ancaman dan aksi pembakaran yang terjadi.
Tulisan ini sudah tayang di Bangkapos.com