Sabtu, 2 Mei 2026

Hari Buruh

Kerusuhan May Day di Bandung, Massa Diduga Anarko Bakar Fasilitas Umum

Polisi berpakaian lengkap langsung bergerak melakukan pembubaran dan berhasil menangkap sejumlah orang berpakaian hitam

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Erik S

Ringkasan Berita:
  • Massa diduga anarko rusuh saat May Day di Bandung, membakar fasilitas umum dan videotron.
  • Polisi mengamankan sejumlah pelaku berpakaian hitam, membawa bahan berbahaya dan melakukan perusakan fasilitas kota.
  • Motif belum diketahui, polisi memastikan situasi kondusif serta melanjutkan penyelidikan dan proses hukum lanjut.

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -  Sejumlah massa yang diduga sebagai kelompok anarko diamankan polisi karena melakukan aksi kerusuhan saat peringatan May Day di kawasan simpang Tamansari-Cikapayang, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026).

Para pelaku melakukan aksi kerusuhan seperti membakar videotron. Polisi berpakaian lengkap langsung bergerak melakukan pembubaran dan berhasil menangkap sejumlah orang berpakaian hitam.

Kapolda Jabar Irjen Pol, Rudi Setiawan membenarkan telah mengamankan sejumlah massa, namun pihaknya belum bisa memberikan detail siapa saja orangnya, barang bukti, maupun terkait perbuatan yang lainnya.

"Tapi kami sudah berbekal, semuanya sudah mempunyai bekal. Kenapa orang-orang tersebut kami amankan dan nantinya kami melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan dan proses hukum pastinya," ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (1/5/2026) malam.

Saat disinggung massa yang melakukan aksi kerusuhan itu kelompok anarko, Rudi menduga bahwa itu memang merupakan kelompok mereka. Hal ini diperkuat dengan ciri-ciri pakaian serba hitam yang mereka pakai saat aksi berlangsung.

"Kalau melihat ciri-cirinya, saya beranggapan atau menilai bahwa itu dari kelompok mereka ya. Mereka pakaian hitam tadi, menutup mukanya," kata Rudi.

Kemudian, kata Rudi, mereka juga terlihat membawa benda-benda yang berbahaya, seperti bahan bakar dan sebagainya, serta melakukan pengerusakan di sekitar lokasi aksi, padahal tidak agenda aksi May Day di Kota Bandung.

"Jadi tidak ada agenda hari ini, ini sudah melanggar, ini waktunya saja sudah tidak tepat. Tidak ada pembicaraan menyampaikan keinginan, pendapat, atau memperjuangkan sesuatu, ide, memperjuangkan nasib suatu kelompok, itu tidak ada, memang langsung merusak," ucapnya.

Atas hal tersebut, pihaknya hadir untuk melakukan penegakan hukum dan kondisi saat ini dipastikan sudah kondusif. Namun, pihaknya terus melakukan pengawasan dan pengamanan di sekitar tempat mereka.

"Cikapayang adalah tempat yang sering dijadikan tempat kumpul ya. Kami makanya juga sudah melakukan penjagaan di sana," kata Rudi.

Baca juga: May Day di Bandung Diwarnai Kerusuhan, Kelompok Berpakaian Serba Hitam Bakar Pos Polisi Hingga Kios

Sedangkan untuk motif mereka melakukan kerusuhan, Rudi belum bisa memastikan karena pelaku yang telah diamankan masih dilakukan pemeriksaan.

"Nah ini kita belum tahu nih (motif), kira-kira tadi kami berdiskusi, ini berorasi enggak, membela perjuangan suatu kelompok buruh tidak, menyampaikan pendapat juga tidak, yang ada pengerusakan," ujarnya.

Rusak Fasilitas

Polisi mencatat ada ratusan massa yang melakukan aksi kerusuhan di Jalan simpang Tamansari-Cikapayang, Kota Bandung.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, dalam aksinya sejumlah massa nekat membakar pos polisi, videotron, dan kios yang jaraknya berdekatan hingga akhirnya kobaran api dipadamkan oleh petugas Damkar Kota Bandung dengan menurunkan tiga unit pemadam.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, pada sore hari menjelang malam terlihat ada 150-an massa tidak dikenal dengan ciri-ciri berpakaian hitam, dan menutup muka yang melakukan aksi tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved