Sosok Brigadir Arya Supena, Intel yang Tewas Ditembak Maling Motor di Bandar Lampung
Anggota kepolisian Polda Lampung, Brigadir Arya Supena (32), tewas ditembak maling motor, Sabtu (9/5/2026).
Ringkasan Berita:
- Anggota kepolisian Polda Lampung, Brigadir Arya Supena (32), tewas ditembak maling motor, Sabtu (9/5/2026).
- Ia merupakan anggota Intel Keamanan Negara (Kamneg) Polda Lampung.
- Brigadir Arya, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
TRIBUNNEWS.COM - Polisi memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan suatu negara.
Dalam perspektif nasional, tugas polisi tidak hanya sebatas menindak pelaku kejahatan, tetapi juga menjaga ketertiban masyarakat, melindungi hak warga negara, serta mendukung pembangunan nasional.
Keberadaan institusi kepolisian menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan tertib.
Tak jarang dalam menjalankan tugasnya, polisi harus bertaruh nyawa.
Seperti yang dialami Brigadir Arya Supena (32), anggota kepolisian Polda Lampung.
Ia tewas setelah menegur maling motor. Brigadir Arya ditembak dari jarak dekat oleh pelaku.
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).
Brigadir Arya Supena merupakan anggota Intel Keamanan Negara (Kamneg) Polda Lampung.
Intel adalah satuan fungsi kepolisian yang bertugas sebagai 'mata dan telinga' kepolisian.
Tugasnya mengumpulkan, mengolah, dan menyakijak informasi untuk mendeteksi dini ancaman keamanan.
Mereka sering bekerja tanpa seragam (penyamaran) untuk melakukan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan guna menjaga stabilitas.
Baca juga: Anggota Intel Polda Lampung Tewas usai Tegur Maling Motor, Ditembak dari Jarak Dekat
Saat kejadian tragis merenggut nyawa Brigadir Arya, ia tak mengenakan seragam polisi, melainkan pakaian preman lantaran ia seorang intel.
Pangkat Brigadir yang disandang Brigadir Arya adalah pangkat dalam kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang tergolong dalam tingkat Bintara.
Pangkat ini berada di atas Brigadir Polisi Satu (Briptu) dan di bawah Brigadir Polisi Kepala (Bripka).
Tanda pangkatnya tiga balok panah perak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/polisi-di-lampung-ditembak.jpg)