Kondisi Penjual Tempe di Pacitan usai Disiram Air Keras OTK, Harus Dirujuk ke RS Lain
Seorang penjual tempe disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).
Ringkasan Berita:
- Aksi teror terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
- Seorang penjual tempe disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (13/5/2026).
- Meski kondisinya telah stabil, korban harus dirujuk ke rumah sakit lain.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus penyiraman air keras masih menjadi salah satu bentuk kekerasan brutal yang terjadi di Indonesia.
Aksi ini tidak hanya menyebabkan luka fisik serius, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis berkepanjangan bagi korban.
Seorang penjual tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Rabu (13/5/2026).
Saat itu, korban bernama Eko Susanto hendak mengambil dagangan ke Pasar Ngadirojo.
Akibatnya, korban mengalami luka di bagian mata, telinga, dan dada.
Usai kejadian, korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Darsono, Pacitan.
Kondisinya kini telah stabil, namun korban harus dirujuk ke rumah sakit lain.
“Secara garis besar stabil. Tapi harus dirujuk ke rumah sakit lain,” ungkap Direktur RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Tri Putranto, Kamis (14/5/2026), dilansir TribunJatim.com.
Alasan perujukan itu karena di RSUD dr Darsono tidak memiliki dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi.
“Setelah dilakukan penanganan, perlu dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi,” kata dr Johan.
Baca juga: Air Keras Jadi Senjata Makan Tuan, Oknum BAIS TNI Masih Mengalami Rabun Usai Siram Andrie Yunus
dr Johan mengatakan, pihaknya pun telah menghubungi sejumlah rumah sakit rujukan.
“Bisa ke rumah sakit di Solo, Yogyakarta maupun di RSUD dr Sudono di Kota Madiun. Ini kita menghubungi rumah sakit rujukan,” kata dr Johan.
Kronologi Kejadian
Anak korban, Sela Dewi Agustina menjelaskan, peristiwa bermula saat ayahnya melintasi jalan di area persawahan wilayah Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo.
Di lokasi yang sepi itu, korban tiba-tiba dihentikan oleh dua pria yang tidak dikenal.
“Bapak dihentikan orang tak dikenal saat melintas jalan pinggir sawah wilayah Desa Wiyoro,” kata Sela, dilansir TribunJatim.com.
Menurut penuturan korban kepada anaknya, pelaku berpura-pura hendak memberikan titipan barang agar Eko menghentikan laju kendaraannya.
“Pelaku mengaku ada titipan. Setelah bapak berhenti, dua orang yang memakai jas hujan dan helm langsung menyiramkan cairan dari dalam botol,” katanya.
Cairan kimia itu mengenai area sensitif korban.
Eko dilaporkan mengalami luka pada bagian mata, telinga, hingga dada.
Dalam kondisinya yang kesakitan, Eko sempat berupaya mencari pertolongan dengan menuju Polsek Ngadirojo.
Petugas kepolisian yang melihat kondisi korban segera mengevakuasinya ke Puskesmas Ngadirojo.
Karena luka yang diderita cukup parah, Eko kemudian dilarikan ke IGD RSUD dr Darsono.
Pamenwas Polres Pacitan, Kompol Prabowo mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penjual tempe itu.
“Kami telah menerima laporan warga. Ini masih ditangani,” urainya.
Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta memeriksa sejumlah saksi.
“Nanti kami sampaikan hasil berikutnya,” tandasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Update Kondisi Penjual Tempe di Pacitan Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Sudah Stabil
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penjual-tempe-disiram-air-keras-di-Pacitan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.