Idul Adha 2026
Penderita Gangguan Jiwa Sayat 2 Sapi Limosin Milik Ayah Secara Sadis saat Warga Sembelih Kurban
Dua sapi betina jenis limosin sisembelih oleh Eko (39), anak Wiji (60), pemilik sapi dengan cara brutal.
Ringkasan Berita:
- Dua sapi betina jenis limousin milik warga Karanganyar ditemukan mati di dalam kandang, Rabu (27/5/2026) siang.
- Ternyata sapi-sapi itu disembelih oleh Eko (39), anak Wiji (60), pemilik sapi dengan cara brutal.
- Pelaku diketahui mengidap gangguan kejiwaan.
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dua sapi betina jenis limosin milik warga Karanganyar ditemukan mati di dalam kandang, Rabu (27/5/2026) siang.
Ternyata sapi-sapi itu disembelih oleh Eko (39), anak Wiji (60), pemilik sapi dengan cara brutal.
Pelaku diketahui mengidap gangguan kejiwaan.
Baca juga: Sapi Limosin Jadi Pilihan Favorit Hewan Kurban Para Pesohor, Pengemudi Ojol Ikut Kebagian Daging
Kepala Desa Wonokeling, Suyat, menjelaskan Eko memang telah lama mengalami gangguan kejiwaan.
Dia baru saja kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa sekitar satu minggu sebelum insiden terjadi.
"Yang bersangkutan memang sudah lama mengalami gangguan jiwa. Baru pulang dari rumah sakit jiwa sekitar seminggu," ujar Suyat kepada awak media, Kamis (28/5/2026).
Menurut penuturan warga, pagi hari sebelum kejadian, Eko sempat terlihat berada di lokasi penyembelihan hewan kurban di masjid Dusun Metro.
Namun ia tidak ikut terlibat dalam proses penyembelihan hewan kurban seperti warga lainnya.
Tanpa sepengetahuan keluarga maupun warga sekitar, Eko diduga pulang ke rumah.
Dia mengambil pisau, lalu masuk ke kandang sapi milik keluarganya.
Baca juga: PBNU Sebut Sapi yang Dibeli Prabowo Pakai Duit APBN Bukan Kurban, tapi Sedekah: Jangan Salah Kaprah
Peristiwa tragis itu diduga berlangsung diam-diam.
Alhasil dua sapi Limosin betina yang selama ini dipelihara keluarga Wiji ditemukan mati dengan luka parah di bagian leher.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nah-sapi-limosin-ini-memiliki-berat-1-ton-lebih-dan-telah-terjual-dengan-harga-rp-80-juta.jpg)