Asal Muasal Luka Lebam di Wajah Jenazah Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan, Ini Penjelasannya
Kematian narapidana seumur hidup, Anton Kurniawan di Lapas Palangka Raya, menjadi sorotan. Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar turun tangan.
“Saya minta berbenah diri kepada seluruh jajaran yang ada, baik lapas, rutan, dan yang lain-lainnya untuk memperbaiki diri."
"Dari personel mereka sampai juga fasilitas yang ada dan apa pun yang menyangkut warga binaan,” tandasnya.
Baca juga: Eks Polisi Anton Kurniawan Tewas di Lapas Palangka Raya, Ditjenpas: Gagal Jantung Bukan Akhiri Hidup
Kronologi Meninggalnya Anton Kurniawan
Anton menghembuskan napas terakhirnya di sel isolasi.
"Di sel isolasi yang bersangkutan satu kamar sendiri tidak ada warga binaan lainnya," ujar Murdiana saat jumpa pers, Minggu (31/5/2026), dikutip dari TribunKalteng.com.
Murdiana membeberkan, pihaknya rutin mengecek kondisi Anto di sel isolasi setiap satu jam sekali.
Menurut Murdiana, Anton diketahui tidak bergerak sekira pukul 20.32 WIB.
Saat itu, petugas lapas sedang mengecek kondisi Anton di sel isolasi.
"Saat pengecekan itu yang bersangkutan masih ada pergerakan," ungkapnya.
Satu jam kemudian, petugas kembali mengecek kondisi Anton dan memanggilnya dari depan pintu sel.
Akan tetapi, tak ada respons dari yang bersangkutan.
"Di situlah ada kecurigaan petugas, lalu dilaporkan ke atasannya masing-masing yang berpiket pada saat itu," ujar dia.
Sekira pukul 23.35 WIB, petugas kembali melakukan pengecekan terhadap Anton, bersama komandan jaga.
Saat itu, Anton sudah dalam posisi telungkup dengan kepala menghadap ke lantai.
Mengetahui kejadian itu, petugas langsung berkoordinasi dengan Kalapas serta pihak kepolisian.
"Sambil menunggu petugas tiba di Lapas yang bersangkutan masih di dalam isolasi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kolase-Brigadir-Anton-Kurniawan-Stiyanto-tewas-di-lapas-palangka-raya.jpg)