5 Populer Regional: Pasien Tusuk Perawat Klinik Gigi-Sosok Eks Artis Terlibat Sindikat Love Scamming
Perawat di Tangerang ditusuk pasien, sementara sindikat love scamming internasional dibongkar di Solo.
Ringkasan Berita:
- Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terakhir.
- Seorang pasien berinisial MA menusuk perawat di sebuah klinik gigi di Kota Tangerang hingga terluka, sementara polisi masih menyelidiki motif pelaku yang telah diamankan.
- Polda Jawa Tengah membongkar sindikat penipuan internasional love scamming dan pig butchering di Solo Raya, dengan mantan artis berinisial F diduga berperan meyakinkan korban asal Amerika Serikat melalui video call.
TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai kasus seorang pasien berinisial MA menyerang dan menusuk perawat hingga terluka di sebuah klinik gigi di Kota Tangerang, Banten.
Korban mengalami beberapa luka tusuk dan masih menjalani perawatan di RSUD Tangerang, sementara pelaku telah diamankan polisi.
Polisi masih menyelidiki motif penyerangan karena pelaku belum memberikan keterangan, meski diketahui membawa pisau dari rumah.
Kemudian Polda Jawa Tengah membongkar sindikat penipuan internasional bermodus love scamming dan pig butchering di Solo Raya.
Mantan artis berinisial F diduga berperan sebagai model video call untuk meyakinkan korban asal Amerika Serikat.
Sosok F disebut merupakan Fabiola Elizabeth Agnes, mantan istri Muhammad Reza Anugrah alias Reza SM*SH.
Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam terakhir di Tribunnews.com:
1. Misteri Motif Kasus Viral Pasien Tusuk Perawat Klinik Gigi di Tangerang, Pelaku Masih Bungkam
Video yang memperlihatkan kepanikan di dalam sebuah klinik gigi di kawasan Perumahan Total Persada, Periuk, Kota Tangerang, Banten, viral lewat media sosial.
Rekaman bersumber dari CCTV tersebut kemudian disebarkan ulang oleh sejumlah akun di Instagram hingga X.
Pada awal rekaman terlihat seorang perawat klinik gigi berlari ketakutan berusaha menyelamatkan diri ke luar ruangan.
Tidak lama kemudian datang pria yang belakangan diketahui pasien membawa pisau di tangan kanannya.
Pasien lalu mencari perawat untuk melakukan penganiayaan.
Akibat kejadian ini, korban menderita beberapa luka tusuk di bagian tubuhnya.
Ia langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis.
Sedangkan pelaku sudah diamankan Polsek Jatiuwung.
Motif Masih Misteri
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Rabi'in membenarkan kasus penyerangan yang terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekira pukul 16.00 WIB kemarin.
Pelaku berinisial MA, yang merupakan warga Kecamatan Jatiuwung, Tangerang.
Kompol Rabi'in mengaku belum bisa mengungkap motif kasus ini.
"Saat ini sedang kami dalami pemeriksaan karena sampai detik ini juga masih bungkam sehingga kami harus teliti dan jeli."
"Kita menggali apa motivasi, apa tujuan sehingga saudara MA ini menusuk membabi buta saudara Pero (korban)," katanya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.
2. Tradisi Peohala Akhiri Kasus Pencabulan ART di Rumah Bupati Konawe Selatan, Sanksi Sapi & Rp 25 Juta
Kasus pencabulan SA (18) asisten rumah tangga (ART) di Rumah Bupati Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) Irham Kalenggo, yang dilakukan oleh security berinisial CA (31) diselesaikan secara adat.
Keduanya, pelaku CA dan korban SA didamaikan melalui prosesi adat Peohala.
Prosesi adat Peohala adalah bentuk hukum adat suku Tolaki di Sulawesi Tenggara yang berfungsi sebagai sanksi atau denda untuk menyelesaikan pelanggaran, menjaga keharmonisan, dan mencegah dendam.
Dalam praktiknya, pelaku diwajibkan membayar denda berupa uang, hewan ternak, dan kain sebagai simbol pemulihan.
Hal ini diketahui dari sejumlah dokumentasi foto yang didapatkan TribunnewsSultra.com.
Dalam foto itu terlihat korban yang didampingi sejumlah orang melaksanakan Peohala.
Ia juga nampak menandatangani secarik kertas.
Prosesi adat ini berlangsung pada Senin (25/5/2026).
Hasilnya, pelaku CA didenda seekor sapi dan uang senilai Rp 25 juta dan selembar kain yang diberikan kepada korban SA.
Korban SA saat dikonfirmasi terkait prosesi damai secara adat Peohala belum memberi tanggapan.
3. Sosok Menantu yang Dicurigai atas Kematian Lansia di Boyolali: Diduga Kirim Sate, Sering Minta Uang
Perempuan lanjut usia (lansia) berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, meninggal setelah menyantap sate ayam.
A ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (19/5/2026) pagi.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban menerima kiriman sate ayam yang diantar melalui jasa ojek online (ojol) pada Senin (18/5/2026) sore.
Hingga kini, penyebab pasti kematian lansia di Boyolali itu belum diketahui.
Sementara, tim Dokkes Polda Jawa Tengah bersama Polres Boyolali telah melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindon, Sabtu (30/5/2026).
Adapun sate ayam tersebut diduga dikirim oleh anak menantunya berinisial P yang tinggal di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pada malam harinya, P disebut sempat datang ke rumah korban untuk menjenguk mertuanya sambil membawa roti.
Sosok Menantu Korban
Kakak kandung korban, Widodo (61), mengungkapkan selama ini hubungan antara korban dan P tidak harmonis.
Menurutnya, P kerap meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan yang belakangan diketahui tidak benar.
"Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu," kata Widodo, Minggu (31/5/2026), dilansir TribunSolo.com.
4. Detik-Detik Pemuda di OKI Sumsel Tewas Ditembak saat Live TikTok, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara
Kepemilikan senjata api ilegal kembali memakan korban jiwa di Indonesia.
Polisi menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk kepemilikan dan penggunaan senjata api ilegal, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik berbahaya tersebut.
Pada Senin (1/6/2026), pemuda di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, bernama Syahdan Hanafi (18) tewas ditembak temannya.
Pelaku yang bernama Mifta Choirul Anam (18) ditangkap beberapa jam kemudian.
Awalnya pelaku dan korban melakukan siaran langsung atau live media sosial TikTok di rumah teman berinisial F.
F dikagetkan dengan suara letusan tembakan dari kamarnya sekitar pukul 02.00 WIB.
Setiba di kamar, F mendapati korban mengalami luka tembak di dada.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menerangkan pelaku langsung melarikan diri dari kamar.
"Korban sempat dilarikan ke klinik terdekat, namun sayang, nyawanya tak dapat diselamatkan akibat luka tembak terlalu parah," paparnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polres OKI, Satintelkam Polres OKI, dan Polsek Mesuji memburu pelaku yang kabur dari rumah.
"Begitu menerima laporan, kami langsung memerintahkan tim gabungan bergerak melakukan penyelidikan. Alhamdulillah, pelaku berhasil diamankan di hari sama, sehingga proses hukum segera berjalan," katanya, Senin, dikutip dari TribunSumsel.com.
5. Sosok Febiola, Mantan Artis Terlibat Sindikat Love Scamming di Solo Baru: Eks Istri Boy Band Kondang
Sosok eks artis ibu kota, Febiola alias F tengah menjadi sorotan, lantaran terlibat sindikat penipuan online yang terungkap di wilayah Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Diketahui Polda Jawa Tengah membongkar sindikat penipuan internasional bermodus love scamming dan pig butchering di wilayah tersebut.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan Febiola yang disebut berasal dari kalangan mantan artis atau figur publik.
Perempuan itu diduga memiliki peran penting dalam memperkuat skenario penipuan terhadap korban luar negeri.
Saat konferensi pers di Gedung Borobudur Polda Jawa Tengah, Senin (1/6/2026), polisi memamerkan berbagai barang bukti, termasuk sebuah meja rias dengan tulisan “Meja Rias Ruang Model” di bagian depan.
Meja rias tersebut diduga digunakan oleh F saat melakukan panggilan video dengan korban untuk meyakinkan mereka bahwa hubungan asmara yang dijalin secara daring benar-benar nyata.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih menjelaskan, peran model sangat penting dalam operasi penipuan tersebut.
“Model yang dapat kami amankan ini tugasnya melayani video call sesuai yang diinginkan korban, sementara peran marketing yang mencari korban,” kata Himawan, mengutip TribunJateng.com, Selasa (2/6/2026).
Menurut dia, ketika korban mulai meminta pembuktian identitas, maka sosok model akan tampil menggantikan operator yang selama ini berkomunikasi melalui pesan.
“Apabila korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing tetapi model,” ujarnya.
(Tribunnews.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.