Selasa, 9 Juni 2026

Wali Kota Solo Bakal Sikat 'Pocong' yang Teror Warga di Belakang UNS: Kami Tidak Akan Main-main

Wali Kota Solo, Respati Ardi bakal menindak tegas pelaku teror pocong di belakang UNS. Pihaknya tak akan mentoleransi aksi yang menganggu ketertiban.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa, Tribunnews.com/Wahyu Gilang Putranto
TEROR POCONG - Sebuah video rekaman CCTV beredar di media sosial menampilkan sejumlah orang berpenampilan seperti pocong. Rekaman tersebut disebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) dini hari pukul 01.14 WIB. Aksi teror pocong itu mendapat respons dari Wali Kota Solo, Respati Ardi. 

Ringkasan Berita:
  • Teror pocong terjadi di wilayah Ngoresan, Kelurahan/Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. Tepatnya di belakang Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
  • Aksi itu langsung mendapat respons dari Wali Kota Solo, Respati Ardi.
  • Respati mengatakan, pihaknya bakal menindak tegas aksi teror yang menganggu ketertiban.

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena sosok pocong jadi-jadian meresahkan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, baru-baru ini.

Mulai dari Tangerang, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, 

Foto dan video sosok menyerupai pocong yang berkeliaran di jalanan, gang sempit, hingga mengetuk pintu rumah warga, viral di media sosial.

Aksi berlagak ala pocong alias cosplay hantu dibalut kain putih tersebut sempat dikaitkan dengan teror atau perbuatan kriminalisme.

Teror itu juga terjadi di wilayah Ngoresan, Kelurahan/Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah. Tepatnya di belakang Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).

Video teror pocong itu satu di antaranya diunggah oleh akun Instagram @beritasolohariini.

Unggahan tersebut menampilkan sebuah video CCTV yang diduga aksi teror pocong.

Dalam narasi video itu tertulis, "Macak (menyamar) pocong, apapun motifmu sing (yang) genah (pasti) wes (sudah) gawe (membuat) resah warga sekitar. Lokasi gang sebelah SD Ngoresan, belakang UNS".

Dari video terlihat tanggal kejadian pada Minggu (7/6/2026) sekira pukul 01.14 WIB.

Aksi teror pocong itu langsung direspons Wali Kota Solo, Respati Ardi.

Respati menegaskan, bakal menindak tegas pelaku jika aksi tersebut terbukti mengandung unsur pidana dan mengganggu ketertiban umum.

Baca juga: Beredar Isu Teror Pocong Bersenjata di Surabaya, Polisi: Tidak Ada, Diduga Orang Ngonten

Pihaknya tak akan tinggal diam terhadap segala bentuk tindakan yang meresahkan masyarakat, termasuk teror pocong jadi-jadian.

“Kalau teror udah mengganggu ketertiban ada unsur pidana ya kami pidanakan. Kami tidak ada main-main,” ungkapnya, Senin (8/6/2026), dilansir TribunSolo.com.

Respati tegas mengatakan, tidak ada toleransi untuk gangguan ketertiban umum.

“Pocong, Sundelbolong, Kuntilanak, kita sikat pokoknya. Kita tidak ada toleransi untuk ketertiban dan keamanan,” jelasnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved