Kamis, 11 Juni 2026

Spanduk Rakyat Menjerit Nilai Tukar Melejit dan Aksi Jahit Mulut Warnai Kehadiran Prabowo ke Lampung

Spanduk "Rakyat Menjerit Nilai Tukar Melejit", aksi bakar ban hingga 3 pemuda jahit mulut warnai kehadiran Prabowo ke Lampung.

Tayang:
Tribun Lampung/BAYU SAPUTRA
AKSI JAHIT MULUT - Aksi jahit mulut di Tugu Adipura, Bandar Lampung, saat Presiden Prabowo Subianto datang ke Lampung, Rabu (10/6/2026). 

Termasuk poin kenaikan harga Pertamax hari ini yang menyentuh angka Rp 16.650 per liter. 

"Mungkin hari ini memang tahap baru, tapi kita enggak tahu gitu kan ke depannya dengan situasi misalnya melemahnya kurs rupiah terhadap dolar," paparnya.

Hingga ketergantungan minyak impor dan mungkin APBN Indonesia tidak bisa lagi menampung subsidi-subsidi untuk BBM.

"Mungkin bisa saja besok Pertalite juga naik dan harapan kami kalau Prabowo tidak bisa menghadapi ini ya semoga saja terjadi," ucanya.

Baca juga: Harga BBM Pertamax Naik, Kelas Menengah Dinilai Paling Terdampak, Pengeluaran Rumah Tangga Terasa

Adapun tuntutan utama dari aksi yang digelar di antaranya urgensi untuk menerapkan pajak kekayaan. 

"Kenapa pajak kekayaan?, karena kita tadi sudah jelasin dalam beberapa orasi, kita lihat bahwa ketimpangan Indonesia ini semakin riil," bebernya.

Ada data yang mengatakan bahwa 10 persen sekelompok orang oligarki, menguasai 70 persen kekayaan nasional. 

"Tapi kita tahu bersama prinsip negara itu adalah urgensi untuk menerapkan pajak kekayaan alam ini untuk semuanya bukan hanya segelintir orang saja," kata Joshua. 

"Itu urgensi dipajaki orang kaya, kemudian pada tujuan LMND berdiri untuk mendukung pendidikan gratis dan demokratis," lanjutnya. 

Kondisi real ada kebutuhan ekonomi, angka partisipasi kasar (APK) orang kaya mendapatkan pendidikan lebih tinggi dibandingkan rakyat miskin. 

"Hentikan militerisasi ruang sipil, bagaimana keterlibatan militer semua dengan militer dibungkam. Rakyat marah dengan kondisi rupiah melemah, program presiden harus dievaluasi," ujarnya.

Baca juga: Pidato Lengkap Prabowo di Munas XVII HIPMI: Ungkit soal Kunker ke Luar Negeri hingga Mobil Dinas

Sementara itu, Dzaki Oktarian, peserta aksi jahit mulut melalui speaker yang lebih dulu direkamnya mengatakan, dirinya hadir sebagai mahasiswa dalam aksi ini karena kecintaan dan kepeduliannya terhadap rakyat negeri ini. 

"Kami merasa suara-suara dan kritik-kritik yang disampaikan selama ini tidak benar-benar ditanggapi dan didengarkan. Yang ada justru pembungkaman, kekerasan, tekanan, bahkan berbagai bentuk penindasan," kata Dzaki. 

Dirinya merasa negeri ini bukan lagi berjalan sebagaimana semangat demokrasi yang seharusnya. 

"Karena itu pada aksi hari ini saya memilih untuk diam, menutup mulut, dan menjahit mulut saya sebagai bentuk simbolik. Saya melakukan ini karena sudah merasa sesak dengan kondisi yang terjadi dan dengan demokrasi yang selama ini selalu digaungkan," ujarnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved