Selasa, 16 Juni 2026

23 Kambing Mati Terpanggang di Kudus, Sumber Api Terbuka Masih Jadi Ancaman Peternak

Kebakaran kandang di Kudus menewaskan 23 kambing. Diduga dipicu bediang pengusir nyamuk yang merembet ke bangunan bambu

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
KEBAKARAN KANDANG-Tumpukan bangkai kambing yang terpanggang dalam peristiwa kebakaran yang menimpa kandang kambing di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (16/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran kandang kambing di Desa Undaan Lor, Kudus, menewaskan 23 ekor kambing dan menyebabkan kerugian sekitar Rp30 juta 
  • Api diduga berasal dari bediang pengusir nyamuk yang merembet ke kandang berbahan bambu
  •  Peristiwa ini menambah deretan kebakaran peternakan pada 2026 dan menjadi peringatan pentingnya standar keselamatan bagi peternak rakyat

 

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS – Kebakaran yang menghanguskan kandang kambing milik Lisanto (66) di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (16/6/2026), kembali menyoroti rendahnya standar keamanan kebakaran di sektor peternakan rakyat.

Dalam peristiwa tersebut, 23 ekor kambing tewas terpanggang setelah api melalap kandang yang berada di area persawahan. Hanya seekor kambing yang berhasil selamat meski mengalami luka bakar.

Anak pemilik kandang, Lutfi Azhar, mengatakan dirinya mengetahui kejadian itu setelah mendapat kabar dari tetangga.

"Ada tetangga yang datang mengabari kalau kandang kambing bapak saya terbakar," ujarnya.

Saat tiba di lokasi, kobaran api telah menghanguskan bangunan kandang beserta seluruh ternak di dalamnya.

Baca juga: Lansia 71 Tahun Tewas dalam Kebakaran Rumah di Cirebon, Pengawasan Warga Rentan harus Jadi Perhatian

"Saya ke sini kandang sudah terbakar, kambing sudah meninggal semua. Saat itu masih ada apinya dan kami berusaha memadamkannya bersama warga," kata Lutfi.

Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta.

Diduga Berawal dari Bediang Pengusir Nyamuk

Lutfi menduga kebakaran berasal dari bediang, yakni pembakaran jerami atau daun kering yang biasa digunakan peternak untuk menghasilkan asap guna mengusir nyamuk.

Praktik ini masih umum dilakukan di berbagai daerah karena murah dan mudah diterapkan. Namun, penggunaan api terbuka di sekitar kandang berbahan bambu dan kayu memiliki risiko tinggi memicu kebakaran.

"Dugaan kebakaran karena bediang untuk mengurangi nyamuk. Kalau malam nyamuk memang banyak," ujarnya.

Api diduga merembet ke bagian kandang yang sebagian besar terbuat dari bambu sehingga cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Bukan Kasus Pertama

Peristiwa di Kudus menambah daftar kebakaran peternakan yang terjadi sepanjang tahun 2026.

Pada Mei lalu, kandang ternak milik Abdul Kalim (68) di Jogoroto, Jombang, juga terbakar setelah diduga dipicu bara api yang belum padam dari aktivitas pembakaran sarang manyang. Akibat kejadian itu, dua ekor kambing dan 50 ekor ayam mati.

Di Pangandaran, kebakaran kandang ayam broiler menewaskan sekitar 20.000 anak ayam.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved