23 Kambing Mati Terpanggang di Kudus, Sumber Api Terbuka Masih Jadi Ancaman Peternak
Kebakaran kandang di Kudus menewaskan 23 kambing. Diduga dipicu bediang pengusir nyamuk yang merembet ke bangunan bambu
Sementara di Bandung, kebakaran kandang ayam petelur menyebabkan ratusan ayam mati dan kerugian mencapai miliaran rupiah.
Rentetan kasus tersebut menunjukkan pola yang hampir serupa, yakni kebakaran dipicu oleh sumber panas atau api yang berada di sekitar kandang, baik berupa bediang, alat pemanas, maupun bara api yang tidak dipastikan padam.
Ancaman Nyata bagi Peternak Kecil
Bagi peternak rakyat, kehilangan puluhan ekor ternak bukan sekadar kehilangan aset, melainkan juga sumber penghasilan utama keluarga.
Tidak seperti peternakan skala besar yang umumnya memiliki sistem pengamanan lebih baik, banyak kandang milik peternak kecil masih dibangun menggunakan bambu, kayu, jerami, atau material lain yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat api dapat menyebar dalam hitungan menit.
Karena itu, kejadian di Kudus menjadi pengingat bahwa penggunaan bediang dan sumber api terbuka perlu dievaluasi.
Penggunaan alat pengusir nyamuk yang lebih aman, penyediaan alat pemadam sederhana, hingga edukasi keselamatan kebakaran bagi peternak dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Tanpa langkah pencegahan yang memadai, kebakaran kandang berpotensi terus berulang dan mengancam keberlangsungan usaha peternakan rakyat yang menjadi penopang ekonomi banyak keluarga di pedesaan. (Tribun Jateng/Rifqi Gozali)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Kebakaran Kandang di Kudus, 23 Ekor Kambing Tewas Terpanggang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kambingterpanggang1.jpg)