Komet 3I/Atlas Ukurannya Setengah Matahari, Bahayakan Bumi? Ini Kata Astronom BRIN
Komet 3I/Atlas sempat viral disebut kapal alien. Benarkah berbahaya? Ini penjelasan ilmuwan BRIN dan NASA.
Kecepatan komet ini mencapai 215.000 kilometer per jam. Namun, selama Oktober hingga November 2025, posisinya berada di arah matahari sehingga tidak bisa diamati dari bumi.
“Desember baru bisa diamati lagi sebelum makin redup karena menjauh,” ujar Thomas saat dikonfirmasi Tribunnews, Sabtu (1/11/2025).
Saat mencapai perihelion—titik terdekat dengan matahari—komet mengalami pemanasan maksimum. Para astronom berharap akan muncul karakteristik fisik baru pasca-perihelion yang bisa memperkaya kajian ilmiah tentang objek antarbintang.
Spekulasi publik soal dugaan wahana alien sempat ramai di media sosial dan bahkan diberitakan oleh sejumlah media luar negeri. Namun, para ilmuwan menegaskan bahwa klaim tersebut tidak berdasar secara ilmiah.
“Astronom tidak akan berspekulasi tentang objek langit di luar interpretasi fisis hasil observasi: objek 3I/Atlas adalah komet raksasa dari luar tata surya, bukan wahana alien,” tegas Thomas.
Penjelasan serupa disampaikan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration), badan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat (AS).
Gambar dari Teleskop Hubble menunjukkan bahwa komet memiliki selubung debu berbentuk tetesan air mata yang berasal dari inti padat dan beku.
Tidak ditemukan indikasi teknologis atau pola buatan yang mengarah pada dugaan wahana luar angkasa.
“Tidak berbahaya kepada bumi atau planet-planet lainnya di tata surya,” jelas Thomas.
Komet 3I/Atlas bukan ancaman bagi bumi. Ia menjadi pengingat bahwa semesta menyimpan banyak misteri yang bisa dijelaskan jika kita mau mengamati, bukan berspekulasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/NASA-KOMET-3IATLAS-12312fd.jpg)