Jumat, 10 April 2026

Gerhana Bulan

Catat Jamnya! Puncak Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Bulan Berubah Jadi Merah

Pada (3/3/2026) Indonesia berkesempatan menyaksikan  Gerhana Bulan Total (GBT). BMKG memastikan fenomena ini dapat diamati langsung di daerah.

Ringkasan Berita:
  • Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan  Gerhana Bulan Total (GBT).
  • BMKG memastikan fenomena ini dapat diamati langsung dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan catatan kondisi langit cerah.
  • Puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Catat waktunya. Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini, yakni Gerhana Bulan Total (GBT).

Melalui siaran pers resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena ini dapat diamati langsung dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan catatan kondisi langit cerah.

Baca juga: Planetarium Jakarta Gelar Pengamatan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Gratis, Cek Syaratnya

Momentum ini menjadi satu-satunya Gerhana Bulan Total pada 2026 yang bisa dinikmati dari Tanah Air.


Dimulai 18.03 WIB, Puncak 18.33 WIB

Berdasarkan data BMKG, gerhana akan dimulai pada pukul 18.03.56 WIB. Puncak Gerhana Bulan Total terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa fase totalitas akan berlangsung hampir satu jam.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi,"ungkapnya pada siaran pers, Senin (2/3/2026). 

"Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan,” sambungnya. 

Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal hingga berakhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik. 

Sementara fase totalitas, ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti (umbra) Bumi, berlangsung selama 59 menit 27 detik.


Kenapa Bulan Jadi Merah?

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa Gerhana Bulan Total terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis sejajar saat fase purnama.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Fenomena ini menyajikan pemandangan yang indah; jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” kata Nelly. 

Warna merah tersebut terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. 

Cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan. Inilah yang membuat Bulan tampak kemerahan saat totalitas.


Wilayah Timur Lebih Diuntungkan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved