Fenomena Pink Moon April 2026, Ini Waktu Puncak dan Fakta Menariknya
Pink Moon 2026 terjadi awal April dengan puncak pada 1 April malam waktu Amerika, saat Bulan tampak penuh dan terang sempurna.
Almanac menulis julukan untuk setiap Bulan purnama yang terlihat sesuai bulannya.
Sejarawan luar angkasa, Osnat Katz, juga menyebutkan bahwa berbagai budaya di dunia memiliki penamaan berbeda untuk bulan purnama, jauh sebelum sistem penamaan modern dipublikasikan.
Kaitan dengan Perayaan Paskah
Pink Moon juga memiliki makna penting dalam tradisi keagamaan.
Pada 2026, fenomena ini menjadi Bulan Purnama Paskah yang digunakan untuk menentukan tanggal perayaan Paskah.
Dikutip dari skyatnightmagazine.com, dalam kalender gerejawi, Hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama setelah ekuinoks musim semi.
Karena ekuinoks terjadi pada 20 Maret 2026 dan bulan purnama muncul pada awal April, maka Paskah dirayakan pada 5 April 2026.
Mengapa Bulan Tampak Kemerahan?
Menariknya, meskipun disebut Pink Moon, warna Bulan yang terlihat oleh mata justru sering cenderung oranye atau kemerahan, terutama saat berada dekat cakrawala.
Fenomena ini terjadi karena cahaya Bulan harus melewati lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal.
Cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan lebih banyak tersebar, sementara warna merah tetap dominan hingga mencapai mata manusia.
Efek inilah yang menciptakan tampilan hangat kemerahan pada Bulan, sekaligus menjadi ilusi optik yang menambah keindahan saat diamati.
(Tribunnews.com/Latifah/Farrah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gerhana-Bulan-Merah-Darah-Hiasi-Langit-Jakarta_20250908_031355.jpg)