Gangguan Kesehatan Mental Bisa Dipengaruhi Faktor Genetik
Anak dengan orang tua yang miliki riwayat depresi atau skizofrenia, punya risiko alami gangguan kesehatan mental.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gangguan kesehatan mental bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.
Namun, bukan berarti jika keluarga memiliki riwayat gangguan mental, maka pasti anak akan mengalami hal yang sama. Faktor genetik bisa meningkatkan risiko.
Hal ini diungkapkan oleh Psikolog Klinis Medwin Wisnu Prabowo, S.Psi., M.Psi.
"Jadi gini, dalam dunia psikologi itu ada istilah, ada nature, ada nurture. Maksudnya apa? Seseorang itu punya gangguan atau punya disorder itu bisa karena satu, nature, dan juga dipengaruhi oleh nurture," ungkapnya pada talkshow yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Jumat (23/5/2025).
Baca juga: Menkes Ungkap 9 Persen Anak Indonesia Alami Gangguan Mental: Anxiety Hingga Skizofrenia
Nature artinya bawaan atau berkaitan dengan genetik. Sementara nurture, tumbuh berkembang dalam lingkungan.
Misalnya pada penyakit fisik, seseorang yang punya orang tua diabetes melitus punya faktor risiko yang lebih besar untuk mengidap penyakit serupa.
Namun, jika berkaitan dengan nurture, walau memiliki orang tua yang alami diabetes, ia tidak akan mengidap penyakit serupa.
Namun dengan syarat, ia bisa mengelola pola hidup yang baik. Mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Beristirahat dengan cukup dan pandai mengelola stres.
"Itu akan menghasilkan, dia besar kemungkinan tidak memiliki diabetes melitus.
Begitu juga untuk yang gangguan psikologis," imbuhnya.
Anak dengan orang tua yang miliki riwayat depresi atau skizofrenia, punya risiko alami gangguan kesehatan mental.
"Tapi kalau dia punya cara menghadapi stres yang baik, bisa mengelola emosi, jelas peluang mengalami depresi atau skizofrenia lebih kecil. Begitu juga sebaliknya," jelas Wisnu.
Begitu pula sebaliknya, walau tidak memiliki orang tua dengan riwayat gangguan mental, ia tetap berisiko jika tidak punya manajemen stres yang baik.
"Dia tidak tahu bagaimana cara menghadapi masalah. Jelas dia punya peluang, saya bilang peluang ya, tidak fix pasti tapi peluang. Punya peluang untuk mengalami depresi atau skizofrenia," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/paparan-bpa-ternyata-berisiko-bagi-kesehatan-mental-dan-perilaku-anak.jpg)