Curhat Pilu Sammy Simorangkir di MK, Dunia Musik Sedang Tak Baik-baik Saja, Pencipta Lagu Putus Asa
Penyanyi Sammy Simorangkir mengungkapkan sisi lain dari peliknya persoalan hak cipta di industri musik Tanah Air.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Sammy Simorangkir mengungkapkan sisi lain dari peliknya persoalan hak cipta di industri musik Tanah Air.
Baca juga: Hakim MK Anwar Usman Klaim Suaranya tak Kalah Kalah Merdu dari Sammy Simorangkir
Ketika jadi saksi dalam sidang uji materi Undang-Undang Hak Cipta di Mahkamah Konstitusi, Selasa (22/7/2025) kemarin, Sammy mengaku sering menerima pesan langsung (DM) dari pencipta lagu.
Ada seorang yang berharap karyanya bisa dibeli, namun justru diakui Sammy jadi memperlihatkan kenyataan pahit di balik proses kreatif dunia musik.
“Jujur, saya sedih. Sedikit curhat saja, saya harus menyampaikan ini. Banyak DM yang masuk ke Instagram saya, dan itu membuat hati saya terusik, sebetulnya sedih,” ujar Sammy Simorangkir.
Baca juga: Sammy Simorangkir Diminta Ketua MK Nyanyi di Ruang Sidang UU Hak Cipta, Bawa Lagu Kerispatih
Sammy kemudian membacakan salah satu DM yang menurutnya sangat membekas.
Pesan itu datang dari seseorang yang mengaku telah menciptakan ratusan lagu sejak SMP, namun tak punya akses atau koneksi ke industri musik.
“Isi DMnya seperti ini, 'Permisi Kak, saya mau mencoba berjualan lagu di sini. Saya berumur 34 tahun dan sudah ratusan lagu yang saya ciptakan semenjak SMP. Tapi sama sekali belum terekspos karena tidak memiliki koneksi ke dunia musik. Jujur saja saya mulai menyerah dengan mimpi saya'," kata Sammy saat membacakan isi DMnya.
"Mohon bantuannya siapa tahu Kakak berkenan menolong untuk membeli lagu ciptaan saya. Untuk harga dan ketentuan lainnya bisa kita bicarakan lebih lanjut. Terima kasih sudah berkenan membaca' seperti itu," lanjut Sammy.
Sammy mengaku merasa bingung dan berat hati saat harus membalas pesan tersebut.
Kondisi industri musik saat ini yang sedang tidak baik-baik saja dalam hal perlindungan hak cipta membuatnya semakin ragu untuk membuka ruang kolaborasi dengan pencipta lagu baru.
“Lalu saya harus balas apa, Yang Mulia?” kata Sammy.
“Saya balas begini, ‘semoga ada kesempatan untuk kerja sama, tapi dunia musik sedang tidak baik-baik saja. Saya takut untuk menerima lagu. Semoga ke depan konflik hak pencipta lagu ini bisa selesai’,” terangnya
Dalam kesaksiannya, Sammy juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam proses kreatif sebuah lagu.
Ia menegaskan bahwa musik tidak bisa berdiri sendiri dan selalu melibatkan banyak pihak mulai dari penulis lirik, aransemen, musisi pendukung, hingga teknisi rekaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Penyanyi-Sammy-Simorangkir-nyanyi-di-MK.jpg)