HUT Kemerdekaan RI
Harapan Addie MS di HUT RI ke-80: Pelaku Industri Musik Indonesia Harus Kompak
Industri musik Tanah Air saat ini masih diwarnai berbagai persoalan, salah satunya terkait royalti.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musikus sekaligus Konduktor Addie MS menyampaikan harapannya bagi industri musik Indonesia bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Addie MS dikenal sebagai pendiri dan konduktor Twilite Orchestra sebuah ansambel simfoni yang didirikannya pada tahun 1991.
Menurut Addie MS, industri musik Tanah Air saat ini masih diwarnai berbagai persoalan, salah satunya terkait isu royalti.
Baca juga: Piyu Geram soal Royalti: LMKN Tak Mau Berkaca, Pencipta Lagu Jadi Korban
Ia menilai keadaan seperti ini justru bisa berpotensi merugikan semua pihak bila dibiarkan berlarut-larut.
“Kalau para stakeholder itu kan macam-macam ya, ada pencipta, penampil, ada lembaga kolektif. Itu kalau saling berselisih, saling menekan, saling merendahkan, itu tidak produktif,” kata Addie MS kepada Tribunnews.com, Sabtu (16/8/2025).
Addie mencontohkan perkembangan industri dari Korea Selatan. Ia menilai Indonesia seharusnya juga bisa melakukan hal yang sama apabila pelaku musik mampu bersatu dan memperkuat ekosistem bersama.
“Sekarang dengan perselisihan ini, kafe-kafe banyak yang enggak mau pasang musik Indonesia, amannya pakai musik Barat. Nah kalau ini terus-menerus, kita sama-sama rugi. Sementara bangsa lain seperti Korea makin kuat, kita makin lemah,” ujarnya.
Karena itu, Addie berharap seluruh stakeholder musik di Indonesia bisa lebih sering duduk bersama, menjalin silaturahmi, hingga menghasilkan kesepakatan yang adil dan menguntungkan semua pihak.
“Harus ada garis, sekarang waktunya kita berubah, kita benahi, sepakat untuk maju bersama, jangan berselisih bersama,” tegasnya.
Belakangan ini persoalan tata kelola royalti musik di Indonesia jadi polemik di tengah masyarakat.
Bukan hanya penyanyi dan pencipta lagu, tapi juga penikmat musik dan pelaku usaha yang memanfaatkan musik untuk bisnisnya.
Banyak yang mengeluhkan aturan dan transparansi pemungutan, pembagian, dan pendistribusian royalti musik.
Kinerja Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) seperti halnya Wahana Musik Indonesia (WAMI) juga ikut disorot.
Penyanyi sekaligus pencipta lagu Ari Lasso baru-baru mengungkap kebingungannya terkait besaran royalti yang diterima.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/addie-ms-menyambut-baik-adanya-halal-bi-halal.jpg)