Kamis, 14 Mei 2026

Pernah Dihantui Perasaan Bersalah Saat Libur? Psikolog Beri Penjelasan

Libur sejatinya untuk istirahat. Namun, sebagian orang justru merasa bersalah ketika memiliki waktu luang atau tidak melakukan apa-apa. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Gemini AI/Tribunnews
ILUSTRASI LIBURAN - Gambar dibuat di Gemini AI, Rabu (17/9/2025). Prompt Gemini AI untuk edit foto seperti liburan di luar negeri seperti ke Jepang, Mesir, Hawaii, New York, Italia, dll. Pengguna cukup copas prompt. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Libur seharusnya menjadi waktu untuk istirahat dan memulihkan energi. 

Namun, sebagian orang justru merasa bersalah ketika memiliki waktu luang atau tidak melakukan apa-apa. 

Perasaan itu sering muncul diam-diam, saat rebahan terlalu lama, menolak undangan kerja tambahan, atau sekadar memutuskan untuk tidur siang.

Psikolog Irma Gustiana menyebut fenomena ini sebagai guilty feeling karena tidak produktif, sebuah pola pikir yang muncul akibat autopilot budaya “harus sibuk”.

“Karena sudah auto-pilot harus produktif, sehingga ketika kita tidak produktif itu kayak ada something yang beda dari sesuatu yang biasanya kita lakukan,” ujar Irma saat pada Tribunnews, Jumat (24/10/2025). 

Budaya Sibuk dan Lupa Beristirahat

Fenomena merasa bersalah ketika beristirahat ini tidak datang tiba-tiba. 

Banyak orang tumbuh dalam lingkungan yang menilai keberhasilan berdasarkan seberapa sibuk seseorang. 

Semakin padat jadwal, semakin produktif seseorang dianggap “berharga”.

Baca juga: Gagal Turunkan Berat Badan? Ini Penjelasan Psikolog Soal Pentingnya Atur Emosi Saat Diet

Irma menjelaskan, hal ini membuat banyak individu hidup dalam mode autopilot, bekerja, berlari, mengejar tenggat, tanpa menyadari kebutuhan dirinya sendiri. 

“Kita jadi seperti kehilangan sinyal dengan tubuh kita sendiri,” ujarnya.

Kondisi itu diperparah oleh media sosial yang menampilkan kesuksesan dan aktivitas orang lain sepanjang waktu. 

Ketika melihat orang lain terus bergerak, banyak yang merasa bersalah karena berdiam diri.

Padahal, kata Irma, otak dan tubuh tidak bisa terus dipaksa dalam kecepatan tinggi tanpa jeda. 

“Itu yang nanti bisa mengganggu fokus, kinerja, dan peran kita,” tegasnya.

Rasa Bersalah yang Merusak Fokus dan Kinerja

Perasaan bersalah karena beristirahat bisa memicu stres yang tidak disadari. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved