Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Kronologi Perseteruan Sabrina Carpenter dengan Gedung Putih, Berawal dari Lagu Juno Dipakai ICE
Gedung Putih kembali berseteru dengan Sabrina Carpenter setelah mengedit potongan video SNL, mengganti dialognya untuk kampanye anti-imigran ilegal.
Ringkasan Berita:
- Gedung Putih kembali berseteru dengan Sabrina Carpenter setelah mengedit potongan video SNL, mengganti dialognya untuk kampanye anti-imigran ilegal.
- Perseteruan ini muncul setelah Carpenter mengecam penggunaan lagunya “Juno” sebagai backsound penangkapan imigran oleh ICE.
- Kasus serupa juga menimpa Olivia Rodrigo dan Taylor Swift, yang lagunya dipakai pemerintahan Trump untuk propaganda deportasi.
TRIBUNNEWS.COM - Gedung Putih melanjutkan perseteruannya dengan penyanyi Sabrina Carpenter dengan mengunggah potongan video program TV Saturday Night Live (SNL) yang telah diedit.
Langkah ini muncul setelah kritik keras dari Sabrina Carpenter terkait penggunaan lagunya, "Juno", sebagai backsound penangkapan imigran oleh ICE, lembaga federal Amerika Serikat yang menangani penegakan hukum imigrasi.
"This video is evil and disgusting. Do not ever involve me or my music," protes Carpenter, Selasa (2/12/2025).
(Video ini jahat dan menjijikkan. Jangan pernah libatkan saya atau musik saya.)
Gedung Putih telah menghapus video yang diprotes tersebut, namun menggantinya dengan unggahan baru.
Pada Sabtu (6/12/2025), Gedung Putih membagikan potongan video klip SNL di X, dengan mengedit dialog yang diucapkan Carpenter.
Di klip asli, Carpenter bercanda dengan rekannya, Marcello Hernandez, dengan berkata:
"I think I might need to arrest someone for being too hot."
(Aku rasa aku harus menahan seseorang karena terlalu seksi.)
Gedung Putih mengganti frasa "too hot" menjadi "too illegal," dan menampilkan Hernandez menyerahkan tangannya seolah-olah akan ditahan.
Caption dalam video hasil editan tersebut berbunyi:
"PSA: If you're a criminal illegal, you WILL be arrested & deported."
Baca juga: India Abaikan Ancaman Trump, Pilih Lanjut Borong Minyak dan Energi Rusia
(Pengumuman: Jika kamu kriminal ilegal, kamu AKAN ditahan dan dideportasi).
Pihak Carpenter belum memberikan komentar atas klip suntingan baru ini.
Sebelumnya, Gedung Putih menanggapi kritik Carpenter dengan merujuk pada lirik-lirik lagunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/CARPENTER-VS-TRUMP.jpg)