Doktif Vs Richard Lee
Tersandung Kasus Hukum, Dokter Richard Lee Tidak Lagi Jadi Komisaris Perusahaan
Sejak dokter Richard Lee terjerat kasus hukum, posisinya sebagai perusahan komisaris dipastikan tidak berlanjut.
Ringkasan Berita:
- Dokter Richard Lee sudah tidak lagi menjadi komisaris maupun di struktur perusahaan.
- Termasuk dari PT Percepatan Sumber Berkah, produsen kosmetik Newlab+.
- Pergantian tersebut merupakan kesepakatan bersama kedua pihak, dilatarbelakangi oleh perbedaan visi dalam pengembangan perusahaan ke depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak dokter Richard Lee terjerat kasus hukum, posisinya sebagai perusahan komisaris dipastikan tidak berlanjut.
Seperti yang dilakukan Manajemen PT Percepatan Sumber Berkah, perusahaan produsen kosmetik Newlab+.
Baca juga: Dugaan TPPU di Kasus Richard Lee Disorot DPR, Doktif Desak Polisi Periksa Rekening sang Istri
Perusahaan menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan di sejumlah media yang masih menyebut dr. Richard Lee sebagai komisaris di perusahaan tersebut.
Dalam pernyataan tertulis yang dikirim ke redaksi Tribunnews, Rabu, 11 Maret 2026, PT Percepatan Sumber Berkah menegaskan bahwa dr. Richard Lee sudah tidak lagi menjabat sebagai komisaris maupun menjadi bagian dari struktur perusahaan Newlab+.
"Pergantian tersebut merupakan kesepakatan bersama antara PT Percepatan Sumber Berkah (Newlab+) dan dr. Richard Lee, yang dilatarbelakangi oleh perbedaan visi dalam pengembangan perusahaan ke depan," kata Meliani Muljoredjo selaku owner dan CEO, didampingi Yenny Laksana sebagai Chief Operating Officer (COO) PT Percepatan Sumber Berkah.
Kesepakatan tersebut berlaku efektif sejak 17 Juni 2025 dan telah dilaksanakan melalui proses yang sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Proses pergantian ini disaksikan Notaris Sugiarto S.H., M.Kn., M.H. dan dituangkan dalam Kesepakatan Pengakhiran Perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Dia menjelaskan, perubahan tersebut juga telah diperkuat melalui Akta Perubahan Perusahaan Nomor 12 serta memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI melalui AHU-AH.01.09-0305543 tertanggal 2 Juli 2025.
Sehubungan dengan hal tersebut, perusahaan menegaskan bahwa PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+) dan dr. Richard Lee saat ini tidak memiliki hubungan afiliasi, kerja sama, maupun keterkaitan dalam bentuk apa pun, baik dalam struktur perusahaan, kegiatan operasional, investasi, maupun aktivitas bisnis apapun.
Dengan demikian, segala aktivitas, pernyataan, promosi, maupun kegiatan lain yang dilakukan oleh dr. Richard Lee setelah tanggal efektif tersebut tidak mewakili dan berada di luar tanggung jawab perusahaan.
Peerusahaan memandang keputusan ini sebagai bagian dari dinamika bisnis yang dijalankan secara profesional.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk tetap saling menghormati serta menjaga hubungan baik secara profesional di masa mendatang.
Perusahaan juga mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk media, mitra usaha, dan masyarakat, untuk merujuk pada pernyataan resmi perusahaan guna menghindari kesalahpahaman terkait hubungan antara Newlab+ dan dr. Richard Lee.
Jejak Kasus
Untuk diketahui kasus ini bermula dari laporan seorang konsumen yang membeli sejumlah produk kecantikan bermerek milik Richard Lee melalui beberapa marketplace pada Oktober hingga November 2024.
Produk yang dibeli antara lain White Tomato, DNA Salmon, dan Miss V Stem Cell by Athena Group dengan harga ratusan ribu hingga lebih dari Rp 1 juta.