Penyakit Lupus Incar Wanita Produktif, Jangan Anggap Sepele Rambut Rontok dan Sariawan
Yang membuat penyakit ini sulit dikenali, gejalanya sangat beragam dan menyerupai banyak penyakit lain. Makanya lupus dijuluki penyakit seribu wajah.
Ringkasan Berita:
- Lupus merupakan penyakit autoimun, dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh dan dijuluki penyakit seribu wajah karena keluhannya berbeda pada tiap pasien
- Gejala lupus dapat muncul di kulit, sendi, darah, ginjal, paru-paru, jantung, hingga sistem saraf. Bisa seperti rambut rontok, sariawan berulang, atau nyeri sendi
- Karena gejalanya tampak umum, lupus sering terlambat didiagnosis. Banyak pasien baru datang ke dokter ketika kondisi sudah berat atau organ tubuh mulai terganggu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak wanita muda menganggap rambut rontok, sariawan berulang, atau nyeri sendi hanyalah masalah biasa.
Ada yang mengira penyebabnya karena stres, kurang tidur, kelelahan kerja, atau perubahan hormon.
Padahal di balik keluhan yang tampak sepele itu, bisa tersembunyi penyakit autoimun kronis bernama lupus.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR mengatakan lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh.
Yang membuat penyakit ini sulit dikenali, gejalanya sangat beragam dan menyerupai banyak penyakit lain.
Menurut dr. Sandra, lupus dijuluki penyakit seribu wajah karena keluhannya berbeda pada tiap pasien.
“Tidak ada satu organ yang bisa lolos dari si lupus ini. Karena dia memang menyerang semua organ,” ujar dr. Sandra dalam konferensi Media Hari Lupus Sedunia: Dari Beban Menuju Hidup Lebih Baik Melalui Peningkatan Penanganan Systemic Lupus Erythematosus yang diselenggarakan Atrazeneca, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Sariawan hingga Panas Bukan Penghalang Puasa, Yuk Bikin Ramadan Tetap Cool, Begini Caranya
Gejala lupus dapat muncul di kulit, sendi, darah, ginjal, paru-paru, jantung, hingga sistem saraf.
Karena itu, banyak pasien tidak menyadari bahwa keluhan yang dialami sebenarnya saling berkaitan.
Dr. Sandra mengatakan sekitar 90 persen pasien lupus adalah wanita. Sebagian besar berada pada usia produktif 15 sampai 45 tahun.
Kondisi ini membuat lupus dapat berdampak besar terhadap aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga kualitas hidup pasien.
“Nah kita mungkin bertanya, kapan nih kita sebagai masyarakat awam curiga bahwa kita menyandang lupus?” katanya.
Menurut dr. Sandra, masyarakat perlu waspada jika mengalami dua atau lebih gejala sekaligus.
Misalnya nyeri sendi disertai ruam kulit, anemia, rambut rontok, sariawan berulang, atau adanya protein dalam urine.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ucapan-Hari-Lupus-Sedunia-2026-yang-menyentuh-hati-dan-inspiratif.jpg)