Kabar Artis
Ahli Sosial Digital Nilai Aksi Ahmad Dhani Justru Picu Putrinya Jadi Sasaran Bully
Sorotan muncul usai aksi Ahmad Dhani yang melindungi putrinya di unggahan medsos, ahli media sosial ingatkan dampak serius jejak digital.
Ringkasan Berita:
- Aksi Ahmad Dhani yang membela putrinya lewat unggahan justru memicu hujatan ke Shafeea di media sosial.
- Pengamat menilai anak-anak kini lebih sensitif terhadap jejak digital dan privasi.
- Dampak perundungan online disebut nyata dan bisa berpengaruh panjang pada kondisi mental anak.
TRIBUNNEWS.COM - Aksi Ahmad Dhani yang menyindir mantan istrinya, Maia Estianty, dengan dalih melindungi putrinya, Shafeea, justru menuai sorotan.
Langkah tersebut dinilai membawa dampak lain yang tak kalah serius, yakni membuka ruang perundungan di ruang digital.
Musisi yang juga dikenal sebagai pentolan Dewa 19 itu kembali menjadi perbincangan setelah pernyataannya viral di media sosial.
Ia sempat menyinggung adanya sosok wanita yang disebut membuat putrinya menangis.
Momen itu terjadi setelah prosesi siraman El Rumi dalam rangkaian pernikahannya dengan Syifa Hadju.
Meski tidak menyebutkan nama secara gamblang, publik menduga sosok yang dimaksud adalah Maia Estianty.
Dugaan itu menguat lantaran Ahmad Dhani turut menyinggung konflik rumah tangga yang menyerupai masa lalunya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Ahmad Dhani juga membagikan video saat acara siraman.
Dalam rekaman tersebut, terlihat Shafeea menangis sambil dipeluk sang ayah. Ahmad Dhani tampak berusaha menenangkan putrinya yang larut dalam emosi.
Namun, alih-alih meredakan situasi, unggahan tersebut justru memicu reaksi luas.
Akun Instagram Shafeea dilaporkan dibanjiri komentar negatif dari warganet.
Baca juga: Ahmad Dhani Siapkan Strategi di Pernikahan Dul Jaelani agar Tak Ketemu Maia Estianty Lagi
Kondisi ini kemudian menjadi perhatian pengamat media sosial atau ahli sosial digital, Tuhu Nugraha Dewanto.
Tuhu menilai bahwa dalam situasi seperti ini, ada hal mendasar yang kerap luput dari perhatian orang tua.
"Saya pikir begini. Nah, itu yang kadang-kadang kita suka lupa ya. Kita lupa bahwa tadi, terutama anak-anak sekarang, mereka itu kan lebih sensitif ya," ujar Tuhu, dikutip Tribunnews dalam YouTube Cumicumi, Rabu (6/5/2026).
Pakar ekonomi digital sekaligus konsultan bisnis ini menjelaskan bahwa jejak digital menjadi faktor utama yang membuat anak-anak lebih rentan.