Kabar Artis
Ahli Sosial Digital Nilai Aksi Ahmad Dhani Justru Picu Putrinya Jadi Sasaran Bully
Sorotan muncul usai aksi Ahmad Dhani yang melindungi putrinya di unggahan medsos, ahli media sosial ingatkan dampak serius jejak digital.
"Kenapa? Karena orang tua suka lupa gitu, jejak digital itu tidak pernah bisa hilang. Dia selalu ada di sana dan itu bisa dibuka terus-menerus gitu ya."
Menurutnya, dampak dari jejak digital bisa muncul jauh di masa depan.
"Makanya anak-anak yang sekarang itu lebih sensitif terhadap data-data itu kan. Kenapa? Karena tadi satu saat nanti bisa jadi 10 tahun lagi data itu dibuka," jelasnya.
Tuhu juga menyoroti potensi penyalahgunaan informasi di kemudian hari.
"Ketika dia lagi melakukan sesuatu, data itu diumbar lagi atau dijadikan senjata gitu. Itu sebabnya, makanya bagi anak-anak ini yang menurut saya, maksudnya perjalanannya masih panjang, mereka sangat sensitif terhadap hal ini gitu."
Ia menilai konflik orang tua yang menyeret anak ke ruang publik patut disayangkan.
"Sangat disayangkan tadi ya ketika konflik itu menyinggung ke mereka dan kadang-kadang mungkin kita juga tidak sempat bertanya untuk kemudian apakah mereka bahkan nyaman dengan ini atau tidak. Bahkan sekarang kan kalau kita lihat, generasi Gen Z, generasi Alpha itu kan lebih sensitif ya," terangnya.
Lebih jauh, ia menyinggung soal kesadaran privasi di kalangan generasi muda.
"Jangankan membicarakan hal yang semacam ini, sering kali bahkan difoto saja mereka tidak mau gitu, harus pakai konsennya mereka. "
"Artinya apa? Mereka adalah generasi yang sangat sensitif terhadap privasi dan data mereka. Dan itu saya dengarkan di banyak pihak ya," paparnya.
Tuhu menekankan bahwa perbedaan sudut pandang antara orang tua dan anak kerap memicu masalah.
"Yang bagi orang tuanya biasa saja, bagi anaknya itu sensitif. Kenapa? Karena dia yang mengalami, dia di-bully sama teman-temannya gitu," beber Tuhu.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam konflik publik, pihak yang terdampak tidak hanya yang terlibat langsung.
"Karena kalau menurut saya ya, dengan situasi yang pernah beberapa kali terjadi itu sangat mungkin gitu. Kenapa? Karena sering kali yang diserang kan bukan hanya yang berkonflik, tapi juga orang-orang di sekitarnya ya," ujarnya.
Menurutnya, empati publik juga sering kali terabaikan dalam situasi seperti ini.