Kisah Waldi Sempurna, Pemuda Desa Melawan Stigma Pengangguran yang Dicap Tak Punya Masa Depan
Dicap pengangguran dan tak punya masa depan, Waldi justru sukses jadi konten kreator dengan penghasilan di atas Rp20 juta per bulan
Titik balik kariernya datang ketika salah satu videonya bertajuk lari-lari cinematic with ayang di Pantai Lampung viral dan ditonton sekitar 245 ribu kali.
Video tersebut membuat akun media sosialnya mulai dikenal lebih luas. Sejak saat itu, berbagai tawaran kerja sama dan endorsement dari sejumlah merek mulai berdatangan.
Setelah sekitar delapan bulan konsisten memproduksi konten, penghasilannya mulai meningkat secara signifikan.
"Awal-awal banyak zonk, belum ada penghasilan. Tapi setelah delapan bulan mulai meledak. Endorse banyak masuk," ungkapnya.
Selain aktif di TikTok melalui akun @wsmprna, Waldi juga membangun audiens melalui Instagram. Konsistensi di berbagai platform tersebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand.
Sebagai mahasiswa, Waldi harus pandai membagi waktu antara pendidikan dan pekerjaannya sebagai kreator digital.
Beruntung, sistem pembelajaran daring yang diterapkan Universitas Terbuka membuatnya lebih fleksibel dalam mengatur jadwal.
"Kebetulan saya kuliahnya online, jadi lebih enak mengatur waktu. Pagi kuliah, sore sampai malam ngonten," ujarnya.
Hasil kerja keras tersebut kini mulai terlihat nyata.
Waldi mengaku telah mampu membeli sejumlah aset secara tunai, mulai dari mobil Toyota Rush, sepeda motor Honda PCX, hingga perangkat pendukung pekerjaannya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan tujuan akhir.
Saat ini, Waldi menargetkan dapat mengumpulkan Rp1 miliar pertamanya sebelum berusia 25 tahun.
Lebih dari Sekadar Kisah Konten Kreator
Kisah Waldi tidak hanya berbicara tentang keberhasilan seorang anak muda memperoleh penghasilan dari media sosial.
Di balik pencapaiannya, terdapat gambaran tentang perubahan besar dalam dunia kerja yang tengah berlangsung di era digital.
Jika sebelumnya peluang ekonomi banyak terkonsentrasi di kota-kota besar, kini internet memungkinkan siapa pun untuk membangun karier dari mana saja, termasuk dari desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Waldi-Sempurna1222.jpg)