Minggu, 31 Agustus 2025

Tempuh 14 Jam Perjalanan, Ahsan Kecil Rela Pisah dari Orangtua Demi Susul Kevin Sanjaya di PB Djarum

Ahsan menuturkan harus menempuh perjalanan selama 14 jam dari kota asalnya itu ke lokasi audisi lintas pulau dan provinsi.

oln/tribunnews
Laode Muhammad Ahsan (kanan) bersama pelatihnya, Erick Eriawan seusai menjalani laga di Audisi Umum PB Djarum 2024. Demi ikut audisi ini, Ahsan rela berpisah dari orangtuanya selama tiga bulan untuk menjalani pelatihan. 

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin menyatakan, angka ini merupakan merupakan angka kesepertaan tertinggi sejak pihaknya menggelar Audisi Umum yang berpusat di satu kota saja yaitu Kudus.

"Kami mengucapkan terima kasih atas tingginya animo peserta, yang datang dari seluruh penjuru Indonesia, dengan segala problematikanya bisa datang dan berkompetisi. Kami menghargai niat para peserta dengan memberikan pelayanan yang baik agar mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka," katanya.

Selain itu, tingginya animo peserta Audisi Umum PB Djarum tahun ini, sambung Yoppy, juga menunjukkan kalau ekosistem bulutangkis Indonesia terjaga.

“Animo yang besar ini tentu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi PB Djarum, tapi juga menandakan bahwa mata rantai regenerasi atlet Tanah Air masih terjaga,” ujar Yoppy.

Ekspresi seorang anak peserta Audisi Umum PB Djarum 2024
Ekspresi seorang anak peserta Audisi Umum PB Djarum 2024. Seleksi pemain muda yang rutin terselenggara setiap tahun ini belakangan juga menyertakan aspek daya juang sebagai satu di antara kategori pemilihan pemain yang berhak mendapatkan beasiswa bulutangkis dan peluang bergabung ke klub tersebut.

Format Sistem Gugur, Cari Fighting Spirit

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2024, Sigit Budiarto menuturkan, bahwa selain kategori usia, inovasi lain dalam ajang pencarian bakat bulutangkis ini adalah skema di fase screening.

Pada Audisi Umum tahun lalu, peserta diberi kesempatan 5-10 menit untuk mencuri perhatian tim pencari bakat maupun legend, agar bisa lolos ke babak turnamen.

Sedangkan di tahun ini, fase screening mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting).

Peserta yang menang berhak melaju ke babak turnamen.

Sigit menyoroti, dengan skema ini, para tim penilai akan bisa melihat tidak hanya skill dasar para peserta, namun juga fighting spirit yang mereka punya.

Sigit menekankan, daya juang pemain di lapangan, adalah faktor yang tidak bisa diabaikan dan justru penting untuk dicermati untuk kemudian diasah.

“Dengan skema ini, peserta harus punya persiapan matang, memiliki daya juang tinggi, kemampuan yang mumpuni, dan totalitas ketika bertanding. Sebab, kemenangan akan menentukan mereka melangkah ke fase berikutnya atau tidak. Kami berharap agar atlet-atlet calon generasi masa depan memiliki mental juara, baik ketika bertanding maupun di luar lapangan,” tegas Sigit.

Setelah fase screening, tahapan berikutnya ialah tahap turnamen.

Untuk kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis, sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke tahap karantina adalah para finalis di babak turnamen.

Fasilitas ini akan diberikan bagi atlet yang memiliki kriteria tertentu, meski dalam proses seleksi mengalami kekalahan.

Pemain yang mendapat fasilitas ini dianggap tim penilai punya keistimewaan tersendiri terlepas dari hasil turnamen yang mereka dapatkan.

Adapun karantina diselenggarakan selama empat minggu dengan dua kali fase eliminasi, yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet.

Mereka yang lolos di tahap karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan