Kamis, 9 April 2026

Pilates for Everyone: Latihan Low-Impact yang Relevan untuk Semua Usia

Pilates hadir sebagai metode latihan yang menekankan keseimbangan, postur, fleksibilitas, serta kekuatan inti tubuh.

Editor: Wahyu Aji
HO/IST
KONTROL GERAK - Satu di antara gerakan pilates. Olahraga ini tidak berfokus pada gerakan ekstrem, melainkan pada pemahaman tubuh dan kontrol gerak yang baik. 

Ringkasan Berita:
  • Pilates menjadi salah satu olahraga yang semakin diminati di kota-kota besar di Indonesia.
  • Latihan pilates menekankan stabilitas, postur, fleksibilitas, dan kekuatan inti dengan metode low-impact.
  • Motion Pilates menghadirkan berbagai kelas dan program latihan di sejumlah studio di wilayah Jabodetabek.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren gaya hidup sehat di Indonesia terus mengalami peningkatan, seiring perubahan pola pikir masyarakat yang semakin menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Berbagai aktivitas fisik seperti lari, olahraga raket, hingga latihan kekuatan di gym semakin digemari karena fleksibel dan mudah menyesuaikan dengan rutinitas yang dinamis.

Namun di tengah meningkatnya intensitas olahraga tersebut, banyak orang belum menyadari pentingnya membangun fondasi kekuatan tubuh.

Latihan berintensitas tinggi tanpa didukung stabilitas otot kecil dan otot penyangga kerap menimbulkan rasa pegal, kaku, bahkan cedera ringan meski seseorang rutin berolahraga.

Pilates hadir sebagai metode latihan yang menekankan keseimbangan, postur, fleksibilitas, serta kekuatan inti tubuh.

Karakter latihannya yang low-impact membuat pilates dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga individu yang aktif menjalani olahraga lain seperti lari atau latihan kekuatan.

Data Medical Wellness Indonesia menunjukkan pilates menjadi salah satu olahraga ritmik yang mengalami pertumbuhan pesat, dengan tingkat partisipasi sekitar 11 persen dalam survei tren gaya hidup aktif masyarakat.

Popularitasnya juga semakin meningkat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan fisik dan mental.

Head Coach Motion Pilates, Ramadhansyah Abdan Syaquro, menjelaskan bahwa pilates tidak berfokus pada gerakan ekstrem, melainkan pada pemahaman tubuh dan kontrol gerak yang baik.

“Pilates bukan tentang gerakan ekstrem atau seberapa fleksibel seseorang. Ini tentang memahami tubuh dan membangun fondasi yang kuat. Banyak orang aktif berolahraga, tetapi belum tentu memiliki stabilitas dan kontrol gerak yang baik. Pilates membantu mengembalikan keseimbangan itu,” ujarnya.

Menurutnya, manfaat pilates tidak hanya dirasakan saat latihan, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari. Tubuh menjadi lebih stabil, tidak mudah tegang, serta membantu meningkatkan kualitas istirahat.

Ia menilai latihan singkat selama 20 hingga 30 menit yang dilakukan secara konsisten lebih berkelanjutan dibanding olahraga ekstrem yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Ia juga menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung untuk menjaga konsistensi menjalani gaya hidup sehat. Komunitas yang suportif dapat membantu menjaga motivasi sekaligus membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan.

"Dengan semangat “Pilates for Everyone”, kami menghadirkan studio latihan yang terbuka dan inklusif di berbagai lokasi di Jabodetabek, antara lain di Bintaro, Maggiore, Alam Sutera, Fatmawati, Rawamangun, Kelapa Gading, Sunter, dan Cempaka Putih," kata dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved