BWF World Tour
Awas Ana/Trias, Pearly/Thinaah Datang dengan Misi Balas Dendam dan Pecah Kutukan di All England 2026
Ana/Trias mesti berhati-hati dengan sinyal balas dendam dari pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan di 8 besar All England 2026.
Meski begitu, pasangan Malaysia itu menegaskan bahwa kunci permainan mereka bukan hanya soal taktik atau rekor pertemuan, melainkan menjaga mental dan menikmati pertandingan.
"Kami hanya perlu menikmati permainan terlebih dahulu. Jika kami bisa menikmati pertandingan, kami akan mampu menghasilkan pukulan-pukulan terbaik," ujar Pearly.
Baca juga: Update Ranking BWF setelah German Open 2026: Ana/Tiwi ke Top 10, Ganda Putra Ketiban Untung
Hal serupa juga diungkapkan Thinaah. Ia menilai menjaga suasana positif di lapangan sangat penting, terutama ketika menghadapi tekanan di turnamen besar.
"Hal terpenting adalah menikmati setiap pukulan dan setiap poin yang kami perjuangkan. Bahkan ketika melakukan kesalahan, yang penting bagaimana kami bangkit dan saling mendukung," katanya.
Bagi Pearly/Thinaah, All England selalu menjadi tantangan tersendiri. Dalam lima penampilan terakhir di Birmingham, mereka empat kali mencapai perempat final, tetapi belum pernah melangkah lebih jauh.
Dengan performa impresif belakangan ini—termasuk gelar Indonesia Masters dan semifinal India Open—pasangan Malaysia tersebut berharap tahun ini bisa menjadi momentum untuk mematahkan kutukan perempat final.
Namun di sisi lain, Febriana/Meilysa tentu tidak datang tanpa peluang. Kemenangan mereka atas pasangan Jepang membuktikan bahwa Ana/Trias mampu menjadi ancaman serius.
Pertemuan kali ini pun berpotensi menjadi salah satu laga paling panas di babak perempat final All England 2026.
(Tribunnews.com/Tio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pearly-dan-Thinaah-BAC-2025.jpg)