TAG
Pakar Hukum Tata Negara
Berita
-
Revisi UU TNI Dinilai Berpotensi Disahkan Dalam Waktu Singkat Seperti UU Lainnya
Bivitri Susanti menilai revisi Undang-Undang (UU) TNI berpotensi disahkan dalam waktu singkat seperti Undang-Undang lainnya.
-
Dilaporkan ke Organisasi Advokat, Denny Indrayana Dinilai Rugikan MK: Kredibilitas Jadi Turun
Klaim Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana soal informasi putusan sistem pemilu dinilai rugikan Mahkamah Konstitusi (MK).
-
Pakar Sebut Masa Jabatan Pimpinan KPK 5 Tahun Tak Berlaku untuk Firli Bahuri Dkk
MK memutuskan masa jabatan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari empat tahun menjadi lima tahun bernuansa politis.
-
Sebut Pengesahan UU Cipta Kerja Langgar Aturan, Pakar: Harus Dinyatakan Tak Berlaku dan Dicabut
Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari buka suara terkait pengesahan Peraturan Pengganti Undang-Undang tentang Cipta Kerja (Perppu Ciptaker).
-
Denny Indrayana: Indeks Persepsi Korupsi yang Turun Konsekuensi Langsung dari Dilumpuhkannya KPK
Diberitakan sebelumnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia turun empat poin dari tahun lalu.
-
Feri Amsari: Dampak Kekuatan Politik Soal Penambahan Periodesasi & Masa Jabatan Presiden Luar Biasa
Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas Feri Amsari berbicara mengenai godaan bagi presiden untuk memperpanjang masa jabatannya.
-
Soal Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Refly Harun: Kalau Berlaku Saat Ini, Akan Ada Konflik
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi polemik perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode.
-
Pakar Hukum Tata Negara Menduga UU Cipta Kerja Dibuat Untuk Persiapan Pemilu 2024
Zainal menduga UU Ciptaker dan belakangan telah Perppu Cipta Kerja tidak ada kaitannya dengan sektor ekonomi Indonesia.
-
Pakar Hukum Tata Negara: Putusan MK Perintahkan Perbaiki UU Cipta Kerja, Bukan Terbitkan Perppu
Perppu hanya boleh diterbitkan Presiden dalam kondisi kegentingan memaksa sebagaimana dimaksud pasal 22 ayat (1) UUD.
-
Pakar Hukum: Penerbitan Perppu Cipta Kerja Tidak Sesuai Aturan yang Berlaku Secara Hukum Tata Negara
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menilai peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja tak sesuai aturan hukum.
-
Pakar Hukum Tata Negara Ungkap 2 Dampak Diberlakukannya Perppu Cipta Kerja
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti mengungkapkan dampak dari diterbitkannya Perppu Cipta Kerja.
-
RKUHP Resmi Disahkan, Pakar Ungkap Deretan Pasal Bermasalah, Ada Living Law hingga Penodaan Agama
Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti membeberkan deretan pasal bermasalah di RKUHP yang baru disahkan oleh DPR RI pada hari ini Selasa (6/12/2022)
-
RKUHP Disahkan, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Pembentuk UU Posisikan MK Seakan Keranjang Sampah
Bivitri Susanti menanggapi pernyataan para pembentuk undang-undang baik dari pemerintah maupun DPR yang menyarankan penolak KUHP menggugat ke MK
-
Pakar Hukum Tata Negara: Banyak Pasal RKHUP Bertentangan dengan UUD 1945
Feri Amsari menilai banyak pasal pada Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.
-
Pakar Hukum Sebut Pengesahan RKUHP Sebelum DPR Reses, Demi Mencegah Gelombang Penolakan
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menilai pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang rencananya diketok pada Selasa (6/1
-
Deni Indrayana Sebut Ada Oknum Anggota Polri yang Jadi Centeng Oligarki Tambang Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Deni Indrayana menyebut adanya praktik kelompok oligarki tambang batu bara yang punya bekingan oknum polisi
-
Pakar Hukum Tata Negara Soroti Pencopotan Wakil Ketua MK Aswanto, Sebut DPR Mengada-ada
Feri Amsari menyebut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengada-ada ketika mencopot Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Aswanto secara mendadak.
-
Pakar Hukum Tata Negara Sebut Pembentukan Dewan Keamanan Nasional Tidak Punya Payung Hukum
Pada Desember 2021, Lemhannas RI sempat mengusulkan pembentukan Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan Dewan Keamanan Nasional.
-
Pegiat HAM dan Akademisi Soroti Potensi Kembalinya 'Dwifungsi ABRI' dalam Usulan Revisi UU TNI
Usulan penempatan perwira TNI aktif dalam jabatan di kementerian dan lembaga kembali muncul di Indonesia.
-
Pakar Hukum Tata Negara Sebut Partisipasi Publik pada RKUHP Justru Untungkan Pembuat UU
Penyusunan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akan sangat menguntungkan para pembentuk undang-undang.
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved