Rabu, 22 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Keputusan Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Gaza Dapat Picu Konflik Sekutu Sayap Kanan

Keputusan Netanyahu bergabung Dewan Perdamaian Gaza, dapat membuatnya berkonflik dengan beberapa sekutu sayap kanan dalam koalisinya.

Penulis: Nuryanti
Tangkapan Layar Kanal YouTube United Nations
PIDATO BENJAMIN NETANYAHU - Tangkapan Layar Kanal YouTube United Nations saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Jumat (26/9/2025). Keputusan Netanyahu untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, dapat membuatnya berkonflik dengan beberapa sekutu sayap kanan dalam koalisinya. 

Ringkasan Berita:
  • Keputusan Netanyahu untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, dapat membuatnya berkonflik dengan beberapa sekutu sayap kanan dalam koalisinya.
  • Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, telah mengkritik dewan tersebut dan menyerukan agar Israel mengambil tanggung jawab sepihak atas masa depan Gaza.
  • Dewan tersebut awalnya dirancang sebagai kelompok kecil pemimpin dunia yang mengawasi rencana gencatan senjata Gaza.

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan ia telah setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, Rabu (21/1/2026).

Hal ini merupakan sebuah perubahan dari sikap sebelumnya ketika kantor Netanyahu mengkritik susunan komite dewan yang bertugas mengawasi Gaza.

Sementara itu, Norwegia dan Swedia mengatakan mereka tidak akan bergabung dengan dewan tersebut pada tahap ini, mengikuti jejak Prancis, yang telah menyatakan kekhawatiran bahwa dewan tersebut dapat berupaya menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai mediator dalam konflik global.

Dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dewan tersebut awalnya dirancang sebagai kelompok kecil pemimpin dunia yang mengawasi rencana gencatan senjata Gaza.

Ambisi pemerintahan Trump kemudian berkembang menjadi konsep yang lebih luas, dengan Trump mengirimkan undangan kepada puluhan negara dan mengisyaratkan bahwa dewan tersebut akan segera menjadi penengah konflik global.

Kantor Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa susunan komite eksekutif Gaza — yang mencakup Turki, saingan utama Israel di kawasan itu — tidak dikoordinasikan dengan pemerintah Israel dan "bertentangan dengan kebijakannya," tanpa mengklarifikasi keberatannya.

Diberitakan AP News, keputusan Netanyahu untuk bergabung dengan dewan tersebut kini dapat membuatnya berkonflik dengan beberapa sekutu sayap kanan dalam koalisinya, seperti Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich, yang telah mengkritik dewan tersebut dan menyerukan agar Israel mengambil tanggung jawab sepihak atas masa depan Gaza.

Negara-negara yang sebelumnya bergabung dengan dewan tersebut adalah Uni Emirat Arab, Armenia, Maroko, Vietnam, Belarus, Hongaria, Kazakhstan, dan Argentina.

Bahrain dan Mesir pada hari Rabu mengatakan mereka juga akan bergabung.

Surat undangan dari Trump juga telah dikirim ke Inggris Raya, Kanada, Rusia, Ukraina, China, Mesir, Paraguay, Turki, India, Slovenia, Kroasia, Thailand, dan badan eksekutif Uni Eropa.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, komite eksekutif Gaza dari dewan tersebut akan bertanggung jawab untuk melaksanakan fase kedua yang berat dari perjanjian tersebut.

Baca juga: Tak Hanya Rusia, Trump juga Undang China Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Itu termasuk mengerahkan pasukan keamanan internasional, melucuti senjata kelompok militan Palestina Hamas, dan membangun kembali wilayah yang hancur akibat perang.

Komite tersebut juga akan mengawasi komite teknokrat Palestina yang baru ditunjuk yang akan menjalankan urusan sehari-hari Gaza.

Perkembangan Terkini Konflik Palestina Vs Israel

Dikutip dari Al Jazeera, berikut perkembangan terkini dari konflik Palestina dan Israel:

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, sebuah helikopter tempur Israel melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di Deir el-Balah, Gaza tengah, sementara serangan artileri menghantam beberapa wilayah di Gaza utara dan selatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved