TAG
Pakar Hukum Tata Negara
Berita
-
Soal Perwira TNI/Polri Jadi Penjabat Kepala Daerah, Ini Kata Pakar Hukum Tata Negara
Misalnya untuk pangkat kolonel dan pernah meduduki jabatan sipil, maka disesuaikan dengan golongan kepangkatan sipil ahli madya.
-
Yusril Ihza Mahendra: Tidak Ada Celah Mengutak-Atik Konstitusi Untuk Menunda Pemilu Sekarang
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra berpandangan saat ini tidak ada celah untuk mengutak-atik konstitusi untuk menunda pemilu.
-
Refly Harun: Bagi Oligarki, Presidential Threshold adalah Tiket Memenangkan Kontestasi yang Mudah
Refly Harun menyebut, bahwa pengajuan tentang yudisial review Presidential Threshold atau ambang batas presiden sudah lama dilakukan.
-
Pakar Hukum Tata Negara Nilai Presiden Tak Terlalu Mafhum Soal Uji Formil di MK Atas UU Cipta Kerja
Feri Amsari menilai agak janggal saat Presiden Joko Widodo mengatakan tak ada materi yang dibatalkan Mahkamah Konstitusi soal UU Cipta Kerja.
-
Dinilai Cukup Janggal, Sejumlah Pakar Mengkritik Putusan MK soal UU Cipta Kerja Inkonstitusional
Sejumlah pakar mengkritik keputusan MK yang menyatakan UU Cipta Kerja inskonstitusional bersyarat, ini alasannya.
-
Mengenal Apa Itu Hukum: Pengertian, Unsur, Tugas, serta Penggolongannya
Mengenal definisi dari hukum: dari pengertian, unsur, tugas, hingga penggolongan dari beberapa aspek tertentu
-
Pernah Jadi Timses Jokowi, Penunjukan Juri Ardiantoro Jadi Ketua Pansel KPU-Bawaslu Disebut Tak Pas
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gajah Mada, Zainal Arifin Mochtar, menyoroti soal penunjukan Juri Ardiantoro sebagai Ketua timsel KPU-Bawaslu 2022
-
Pakar Hukum Tata Negara UGM Sebut Tak Penting Ada Representasi Pemerintah di Pansel KPU-Bawaslu
akar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar mengatakan dirinya tak setuju jika tim pansel KPU-Bawaslu disebut wakil pemerinta
-
Kritik Para Pakar Hukum Tata Negara Terkait Gugatan Yusril terhadap Demokrat
Pakar hukum tata negara memberikan masukan terkait langkah advokat Yusril Ihza Mahendra menggugat AD/ART melalui Judicial Review pada Mahkamah Agung.
-
Ini Sosok Pakar Hukum Tata Negara yang Ditunjuk Yusril Jadi Ahli untuk Gugat AD/ART Demokrat ke MA
Yusril juga menghadirkan ahli yang relevan dengan pokok perkara ini. Salah satunya adalah pakar hukum tata negara Fahri Bachmid.
-
Pakar Nilai 700 Pegawai KPK yang Minta Pelantikan ASN Ditunda Perlu Dibiarkan: Mereka Abaikan Haknya
Pengamat menilai aksi ratusan pegawai yang lolos TWK kompak tidak menghadiri pelantikan sebagai bentuk solidaritas perlu dibiarkan.
-
Kata Pakar Hukum Tata Negara Soal Ditolaknya Uji Materi Rizal Ramli Terkait PT 20 Persen
Kata Herlambang, ketentuan Presidential Threshold 20 persen hanya menguntungkan oligarki politik
-
Refly Harun Siap Diperiksa Bareskrim untuk Klarifikasi Video Wawancaranya Bersama Gus Nur
Refly Harun mengaku siap seandainya penyidik Polri akan melakukan pemanggilan terkait klarifikasi video wawancaranya bersama Gus Nur.
-
Istana Sebut Pendapat MK Soal Wamen Rangkap Jabatan Tak Mengikat, Ini Kata Pakar Hukum Tata Negara
MK putuskan bahwa Para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) dalam mengajukan permohonan
-
Wacana Ubah Masa Jabatan Presiden, Denny Indrayana : Yang Jadi Masalah Jika . . .
Wacana seputar perubahan masa jabatan presiden sempat mengemuka dalam amandemen UUD 1945.
-
Margarito Kamis: Pemilu Adalah Demokrasi Ciptaan Kapitalis
Praktik demokrasi semacam itu merupakan keniscayaan yang terjadi karena memang diciptakan untuk menguntungkan kaum kapitalis
-
Refly Harun Sebut Minta Presiden Mundur adalah Sah Secara Konstitusional, Tapi Tak Boleh Ada Paksaan
Refly Harun mengatakan, meminta presiden mundur dari jabatannya itu sah secara konstitusi, namun, tidak boleh ada paksaan di dalamnya.
-
Rafly Harun Sebut Jangan Sampai Omnibus Law Untuk Ciptakan 'Monster' Baru Kekuasan
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengingatkan pemerintah bahwa jangan sampai adanya omnibus law dapat menciptakan 'monster' baru kekuasaan
-
Sebelum Dipulangkan, Pengamat Minta WNI Eks ISIS Diidentifikasi Tingkat Bahaya & Disumpah Setia NKRI
Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, Fahri Bachmid menyebut, wacana pemulangan 600 WNI eks ISIS harus dikaji.
-
Ada Cara yang Salah dalam Rekruitmen Pejabat Publik, Refly Harun: yang Dicari yang Lemah!
Pakar hukum tata negara Refly Harun menilai ada cara yang salah dalam proses rekruitmen pejabat publik.
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved