Pemimpin Asia Pasifik dan Jepang Kewalahan Mengelola Data sehingga Hambat Kinerja Bisnis
Orang tergoda untuk membuang data yang membingungkan, dan terkadang bertentangan dan hanya melakukan apa yang dirasa benar.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
HO
Chris Chelliah, Senior Vice President, Technology and Customer Strategy, Oracle Japan and Asia Pacific.
Dr. Chris Marshall, VP Riset di IDC mengatakan, pemimpin bisnis di Asia Pasifik semakin sadar akan peran kualitas data dan analitik yang dapat dimainkan dalam mengungkap wawasan pasar dan pelanggan yang mendalam, apa saja yang mengganggu bisnis lama, dan bahkan mentransformasi seluruh industri.
“Menurut rilis terbaru Worldwide Big Data and Analytics (BDA) Spending Guide IDC untuk Asia Pasifik, pengeluaran untuk solusi BDA diperkirakan akan mencapai US$70,7 miliar pada tahun 2026," katanya.
Berita Terkait
Baca Juga
Adegan Panas di Piala Dunia Voli U21 2025: Pelatih Provokator, Pemain China & Jepang Nyaris Gelut |
![]() |
---|
Gelang Revive Engine Jadi Inovasi Baru untuk Atlet dan Pekerja Lapangan di Jepang |
![]() |
---|
Adopsi IoT dan Cloud Bikin Trafik Data Industri Infrastruktur Fiber Optik Melonjak |
![]() |
---|
TNI Gelar Latihan Pertempuran Jarak Dekat Hingga Patroli Hutan dengan Tentara AS dan Jepang |
![]() |
---|
Deputi Gubernur BI Ajak Masyarakat Indonesia Gencar Gunakan QRIS yang Kini Resmi Berlaku di Jepang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.