Era Baru AI Diproyeksikan Mulai pada 2026
2026 akan menjadi awal era Physical Intelligence atau Physical AI, yakni model AI yang dapat belajar langsung dari fenomena fisik.
Ringkasan Berita:
- Analog Devices memprediksi 2026 menjadi titik balik perkembangan AI di sektor industri, ketika AI tak lagi hanya digital tetapi mulai beroperasi langsung di dunia fisik.
- Physical AI berbasis edge computing memungkinkan sistem industri, robotika, dan perangkat konsumen mengambil keputusan cepat dari data sensor nyata.
- Tren ini didorong pertumbuhan smart manufacturing dan kebutuhan AI yang lebih efisien, adaptif, serta hemat energi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kecerdasan buatan diperkirakan memasuki babak baru pada 2026.
VP of Edge AI and Robotics Analog Devices (ADI), Paul Golding memprediksi, AI tidak lagi hanya bekerja di dunia digital, tetapi mulai beroperasi langsung di dunia fisik dan mengubah cara industri mengembangkan robotika, perangkat konsumen, hingga sistem produksi otonom.
"Perkembangan ini sejalan dengan pertumbuhan industri smart manufacturing di Asia Tenggara yang nilainya diperkirakan mencapai 13,4 miliar dolar AS pada 2024," kata Paul dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).
Menurut Golding, angka tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem cerdas yang mampu membaca kondisi nyata di lapangan.
Baca juga: AI Bukan Segalanya, Sentuhan Manusia Tetap Dibutuhkan di Dunia Bisnis dan Pemasaran
Golding menjelaskan bahwa 2026 akan menjadi awal era Physical Intelligence atau Physical AI, yakni model AI yang dapat belajar langsung dari fenomena fisik seperti getaran, suara, medan magnet, dan pergerakan.
Berbeda dari AI generasi sebelumnya yang bergantung pada pusat data, Physical AI akan berjalan di perangkat edge, sehingga keputusan dapat diambil langsung di lokasi tanpa harus mengirim data ke server pusat.
Dengan pendekatan ini, sistem industri seperti robot pabrik dapat bereaksi lebih cepat terhadap kondisi tak terduga, meskipun hanya dilatih dengan sedikit data.
Golding juga memprediksi meningkatnya penggunaan hybrid world models yang menggabungkan data sensor dengan pemodelan fisika dan matematika, membuat AI tidak hanya memetakan dunia, tetapi juga berinteraksi dan belajar dari pengalaman nyata.
Audio Jadi Antarmuka AI di Perangkat Konsumen
Di sektor perangkat konsumen, Golding melihat audio akan menjadi antarmuka utama AI pada 2026.
Perpaduan spatial sound, sensor fusion, dan pemrosesan AI di perangkat akan menghadirkan teknologi yang lebih kontekstual.
Inovasi ini diperkirakan hadir pada kacamata augmented reality, earbuds, hingga sistem audio kendaraan yang mampu memahami niat, emosi, dan kondisi lingkungan pengguna.
Selain meningkatkan kualitas noise cancellation dan efisiensi baterai, tren ini juga membuka peluang desain perangkat baru.
“Perangkat ‘always-in-ear’ yang populer di kalangan Gen Z akan semakin berkembang seiring kemampuan AI menghadirkan pengalaman audio yang lebih intuitif,” ujar Golding.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aic-Paul-Golding-m.jpg)