Rabu, 8 April 2026

Berita Viral

Steam Akui Rating Gim 'Ngawur' Versi IGRS Buntut Bug Teknis

Steam mengakui adanya rating 'ngawur' versi IGRS karena bug teknis. Perbaikan saat ini masih dilakukan.

Ringkasan Berita:
  • Steam mengakui bahwa adanya rating ngawur IGRS yang berbuntut viral di media sosial akibat adanya bug teknis.
  • Steam menyatakan perbaikan masih terus dilakukan dan saat ini rating IGRS telah dihapus sementara.
  • Sebelumnya, Komdigi juga telah menyatakan bahwa rating gim versi IGRS yang terpampang di Steam bukanlah klasifikasi resmi dari pemerintah.

TRIBUNNEWS.COM - Platform penjualan gim, Steam, akhirnya buka suara terkait rating 'ngawur' dari Indonesia Game Rating System (IGRS) yang sempat viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

Rating 'ngawur' yang dimaksud yakni ketika gim yang seharusnya diperuntukan untuk pemain berusia dewasa dan begitu pula sebaliknya.

Bahkan, ada gim yang sampai dikenai rating Refused Classification (RC). 

RC merupakan tingkatan rating di mana gim dianggap sebagai konten terlarang sehingga tidak bisa diedarkan di Indonesia.

Sementara, IGRS merupakan sistem klasifikasi usia dan konten gim yang resmi ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Oktober 2025 lalu.

Dalam pernyataan resminya, Steam menegaskan adanya bug atau kesalahan teknis sehingga muncul rating gim yang 'ngawur'.

"Sebuah bug teknis dan miskomunikasi mengakibatkan peringkat yang salah dan tidak lengkap ditampilkan sementara di Steam antara tanggal 2-5 April 2026," demikian pernyataan Steam, dikutip dari laman resminya, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Viral Kisruh Rating Game IGRS, Kemkomdigi: Steam Harus Beri Klarifikasi

Steam menyatakan sejumlah perbaikan masih dilakukan agar rating gim versi IGRS bisa ditampilkan secara benar.

"Kami telah menghapus pemeringkatan tersebut untuk meminimalkan potensi kebingungan."

"Masih ada sejumlah langkah yang harus dilalui sebelum kami siap untuk sepenuhnya menghasilkan dan menampilkan peringkat usia yang disetujui IGRS kepada pelanggan di Indonesia," kata Steam.

Perusahaan induk Steam, Valve, juga mengakui telah menjalani komunikasi dengan Komdigi terkait rating gim selama dua tahun.

Komunikasi itu dilakukan terkait pengembangan sistem rating versi IGRS.

"Sistem yang kami kembangkan bertujuan untuk menggunakan informasi yang disediakan pengembang mengenai gim mereka guna menghasilkan peringkat usia berdasarkan peraturan IGRS," kata Steam.

Komdigi Sebut Bukan Klasifikasi Resmi

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyatakan bahwa rating gim yang beredar di media sosial bukan merupakan hasil klasifikasi resmi dari pemerintah.

"Rating yang beredar tersebut bukan merupakan hasil klasifikasi resmi IGRS. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik, terutama terkait kelayakan usia suatu game," kata Sonny dikutip dari laman Komdigi, Senin (6/4/2026).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved