TOPIK
Dimas Kanjeng Ditangkap
-
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dikabarkan dekat dengan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Tim penyidik dari Polda Jawa Timur dan Polda Sulawesi Selatan menggeledah rumah almarhumah Najemiah Muin.
-
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menyesal pernah menjadi Penasehat Badan Peneliti Independen Kekayaan Pejabat Negara dan Pengusaha Nasional
-
Saudah (43) warga Dusun Pasar, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Pasuruan, dikabarkan meninggal dunia minggu kemarin.
-
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari berencana memaksa para pengikut Padepokan Dimas Kanjeng pulang ke rumah masing-masing
-
25 warga Pasuruan yang menjadi pengikut dan bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
-
Ditreskrimum Polda Jatim kembali mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi
-
Namun dia mengaku tidak tahu bahwa Dahlan saat itu diminta mengukuhkan Dimas Kanjeng.
-
Marwah Daud dan Alm Najemiah Muin merupakan dua nama orang terkenal Sulawesi Selatan, yang menjadi pengikut setia Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Reka ulang kasus pembunuhan dua mantan pengikut padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, menyisakan banyak cerita.
-
Tiba di Makassar, tiga penyidik dari Polda Jatim akan memeriksa para saksi, termasuk barang bukti milik seorang pelapor korban Kanjeng Dimas.
-
Sedangkan Islam menyebutkan bahwa agama harus bersifat rasional.
-
Proses reka ulang kasus pembunuhan yang dilakukan di padepokan Dimas Kanjeng kemarin (3/10/2016) sedikit menguak tabir misteri pembunuhan dua pengikut
-
Barang bukti yang ditemukan Polda Sulsel dan Jatim ini berjumlah lima peti.
-
Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan lima buah peti berisi mata uang asing dan emas yang disembunyikan dalam gudang tak jauh dari rumah Najemiah
-
Berdasarkan pengakuan salah seorang pengikutnya, dugaan 173 warga Cirebon jadi pengikut Dimas Kanjeng muncul.
-
Penetapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Abdul Gani dan Ismail Hidayah mendapat protes dari kuasa hukum tersangka
-
Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan dua pengikut padepokan Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng terungkap bahwa ia telah merencanakan pembunuhan sebelumny
-
Pria yang berusaha masuk area reka ulang ini mengaku sebagai pengikut Kanjeng Dimas.
-
Sehingga diharapkan betul masyarakat benar-benar bisa menyaring informasi dengan benar.
-
Penyitaan enam mobil itu terkait dengan kasus penipuan bermodus penggandaan uang dengan terlapor
-
Tujuh warga Desa Pengambengan yang menjadi korban penipuan penggandaan uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi dikabarkan belum bertolak dari Probolinggo.
-
Polisi kembali menerima laporan dugaan penipuan oleh pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Probolinggo, Jawa Timur.
-
Dimas Kanjeng yang terkenal bisa menggandakan uang tersebut mendirikan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Banjar Pemudungan.
-
Beberapa barang bukti yang disita adalah kwitansi pembayaran mahar, formulir kesediaan tak menuntut di kemudian hari, dan sejumlah perhiasan.
-
Dodi disebut membawa uang Dimas Kanjeng sekitar Rp 1 triliun. Dia juga disebut sebagai sultan dan orang kepercayaan Dimas Kanjeng.
-
Keluarga salah satu korban pembunuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi meminta perlindungan keamanan karena merasa jiwanya terancam.
-
Selain melakukan rekonstruksi, polisi juga melakukan pengamanan aset di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa
-
Dimas Kanjeng mengaku uang setoran berupa mahar dari para pengikutnya sekira Rp 1 triliun disimpan seseorang bernama Dodi Wahyudi
-
Dalam penggeledahan yang dimulai pukul 14.00-17.00 WIB, penyidik juga menemukan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 33 lembar alias Rp 3,3 juta.