Rabu, 8 April 2026

Blog Tribunners

Hati-hati Kentang Ternyata Mengandung Racun Mematikan

Kentang merupakan salah satu dari jenis tanaman umbi-umbian yang termasuk kedalam 5 makanan pokok dunia selain beras, gandum, terigu, dan jagung.

Penulis: Gavrila Olivia Christianto
Irish Times/Kevin Abosch
Foto karya fotografer Kevin Abosch yang mengambil objek sebuah kentang, yang terjual seharga Rp 15 miliar. (Irish Times/Kevin Abosch) 

TRIBUNNERS - Kentang merupakan salah satu dari jenis tanaman umbi-umbian yang termasuk kedalam 5 makanan pokok dunia selain beras, gandum, terigu, dan jagung.

Kentang merupakan sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi.

Namun selain mengandung karbohidrat, kentang juga kaya akan vitamin C. Hanya dengan memakan 200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari dapat terpenuhi.

Akan tetapi hendaknya berhati-hati ketika dalam memilih kentang, terutama jika kita hendak mengolahnya menjadi makanan olahan.

Karena faktanya kentang dapat berubah menjadi makanan beracun ketika kita tidak mengenali tanda-tandanya.

Pada umumnya kentang berwarna kecoklatan maupun kekuningan, namun seringkali dijumpai adanya kentang yang berwarna kehijauan.

Perlu diwaspadai bahwa kentang yang berwarna kehijauan ini mengandung racun yang tidak boleh dikonsumsi oleh manusia.

Solanin adalah racun kelompok glikoalkaloid jahat, biasanya terdapat pada daging kentang berwarna kehijauan yang telah muncul ke permukaan dan siap untuk melakukan fotosintesis sehingga menghasilkan klorofil dan membuat solanin.

Jika solanin terkonsumsi, maka dapat menyebabkan mual-mual, muntah, sakit perut, diare, radang tenggorokan, sakit kepala, pusing, sampai halusinasi.

Bahkan jika mengonsumsi kentang hijau sebanyak 3 sampai 6 mg per kilogram dari berat badan dapat menyebabkan kematian.

Agar aman, kentang yang telah terbeli namun ternyata sebagian warnanya telah berubah menjadi kehijauan lebih baik bagian kentang yang berwarna hijau tersebut dibuang dan sebagian yang tidak berwarna hijau masih layak untuk dikonsumsi.

Namun jika anda tetap ingin mengonsumsi kentang yang berwarna kehijauan tersebut, sebaiknya kentang tersebut tidak direbus karena dengan cara perebusan tidak mengurangi maupun menghilangkan kandungan solanin yang terdapat pada kentang hijau tersebut.

Namun sebaiknya kentang di goreng dengan suhu yang tinggi sebab kentang yang dimasak pada suhu tinggi (lebih dari 170° C), kemungkinan besar akan menghancurkan sebagian zat-zat beracun.

Jadi bagaimana cara agar menyimpan kentang dengan baik? Yaitu dengan cara menyimpannya ditempat gelap, kering dan sejuk tetapi tidak terlalu dingin. Karena kentang dapat membuat solanin pada temperatur lemari pendingin, mengubah pati menjadi gula dan menyebabkan kecoklatan ketika kentang digoreng.

Nah jadi apabila anda penggemar kentang, penyimpanan yang baik dan pengolahan yang benar dapat mengatasi adanya solanin dalam kentang. Mengatasi dan mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved