Tribunners / Citizen Journalism

Membuka Kotak Pandora UUD 1945

Kini, di kalangan partai politik dan juga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berkembang wacana amandemen UUD 1945.

Membuka Kotak Pandora UUD 1945
Ist/Tribunnews.com
Karyudi Sutajah Putra. 

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

TRIBUNNEWS.COM - Hanya kitab suci yang tidak boleh diubah.

Itulah! Maka, bila Amerika memerlukan waktu ratusan tahun hanya untuk mengamandemen satu pasal dalam konstitusinya, Indonesia bisa setiap tahun melakukannya.

Sepanjang tahun 1999 hingga 2002, Indonesia telah melakukan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebanyak empat kali.

Konstitusi pun mengalami desakralisasi.

Kini, di kalangan partai politik dan juga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berkembang wacana amandemen UUD 1945.

Bahkan dalam pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Jakarta, Ahad (13/10), disepakati amandemen UUD 1945 bukan lagi parsial atau terbatas melainkan menyeluruh atau komprehensif.

Amandemen UUD 1945 memang sah-sah saja karena konsitusi itu sendiri telah mengaturnya, tapi menurut penulis langkah itu akan membuka kotak Pandora.

Baca: Prabowo dan Paloh Bertemu, Gerindra dan Nasdem Kompak Amandemen Menyeluruh UUD 1045

Alkisah dalam mitologi Yunani, seorang perempuan ayu bernama Pandora pada hari pernikahannya dengan Epimetheus mendapat hadiah dari para dewa berupa sebuah kotak yang indah, namun Pandora dilarang membukanya.

Ketika dibuka karena rasa penasaran, ternyata keluarlah segala macam keburukan mulai dari masa tua, rasa sakit, kegilaan, wabah penyakit, keserakahan, pencurian, dusta, kecemburuan, kelaparan, hingga berbagai malapetaka lainnya. Setelah semua keburukan itu keluar, akhirnya muncullah kebaikan dari kotak Pandora.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved