Tribunners / Citizen Journalism
Ketika Jenderal dan Bonek Beternak Kambing dan Lele
Mendengar nama Bonek, siapa pun akan terbayang wajah-wajah pemberani yang mewarnai pertandingan sepakbola di Indonesia.
Mereka bahkan berhasil meningkatkan kesejahteraan warga Bantul. Awal kegiatan bersama masyarakat Bantul sudah dimulai sejak tahun 2014.
Utomo alias Bonek yang semula memang hobi memelihara ikan hias, mengajak masyarakat memelihara ikan lele. Modal semua ditanggung oleh kelompok 15.
Satu kolam lele modalnya Rp 4,6 juta. Dalam waktu 70 hari, lele bisa dipanen.
Hasil panen ini biasanya mencapai 350 kg. Pihak masyarakat mendapatkan bagi hasil 20 kg, sedangkan Kelompok 15 mendapatkan 330 kg. Jika per kilogram ikan lele dijual Rp 15.000 maka hasilnya mencapai Rp 5,25 juta.
Jadi setiap satu kolam, masyarakat yang memelihara lele mendapatkan hasil minimal Rp 300.000.
Sedangkan Kelompok 15 mendapatkan hasil minimal Rp 4,95 juta (untung Rp 350.000). "Ini keuntungan minimal, sebab harga lele bisa mencapai Rp 24.000 per kilogram," kata mas Bonek.
Kelompok 15 oleh Bonek sebagai pemimpin, diberi nama Abhinaya Upangga, artinya Semangat Berkarya. Tak ada legalitas hukum, namun hasil kerja mereka sangat bermanfaat secara sosio ekonomis.
Kelompok ini tampak solid karena ternyata mereka sudah berteman sejak 15 tahun yang lalu. Sebuah perjalanan persahabatan yang cukup teruji tentunya. Rata-rata umur mereka kurang dari 40 tahun. Artinya, persahabatan itu dimulai sejak mereka masih ABG.
Syahdan, sekitar tujuh tahun lalu, mereka bertemu dengan Kolonel (Inf) Maruli yang saat itu menjabat Komandan Korem
Korem 074/Warastratama Solo, melingkupi eks Karesidenan Surakarta (Solo, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Wonogiri dan Boyolali). Korem ini bermarkas di Surakarta.
"Bang Maruli itu adalah bapak kami," ujar Bonek bangga, seraya manambahkan, “terima kasih hidup kami sekarang lebih baik.”
Kedekatan kelompok Abhinaya Upangga dengan Maruli tak pelak membawa pencerahan dalam kehidupan. Dari 'Bang Maruli' inilah Bonek dan teman-temannya mendapatkan dukungan modal untuk berusaha di bidang perikanan lalu meluas di bidang pertanian dan peternakan.
"Sekarang kami punya 72 kolam ikan untuk memelihara lele. Seminggu dua kali kami bisa panen sebanyak dua kolam," ungkap Bonek bangga.
Tahun 2014, mereka mulai memobilisasi masyarakat. Di Kecamatan Jetis, Bantul, Bonek dan kawan-kawan mengajak masyarakat yang mau memelihara ikan difasilitasi. Masyarakat hanya bekerja tanpa modal. Lalu berbagi hasil dengan Abhinaya Upangga.
Pola seperti itu diterapkan Bonek dan kawan-kawan terbukti berhasil. Masyarakat juga mempunyai rasa memiliki sehingga kemungkinan dicuri sangat kecil.
Setiap anggota Abhinaya Upangga diberi kepercayaan penuh untuk mengelola bisnis 'emas hijau' dan 'emas biru' ini dalam satu wilayah kecamatan.
Masing-masing kemudian membentuk lagi kelompok untuk mengelola bersama bisnis yang dipercayakan Abhinaya.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bternak.jpg)