Rabu, 13 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Mewujudkan Kesalehan Sosial Menuju Muslim Kuat

Mencintai Tuhan, hanya dapat dilakukan dengan mencintai sesama manusia. Karena itu, berbagi dengan sesama juga menjadi hal penting di bulan Ramadan.

Tayang:
Editor: Content Writer
Istimewa
KESALEHAN SOSIAL - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan pengarahan di kantor Kementerian Sosial RI, beberapa waktu lalu. Gus Ipul menyebut bahwa kerja-kerja sosial juga perlu berlandaskan filosofis Islam, yang mendorong pemeluknya untuk juga saleh secara sosial.  

Oleh: Saifullah Yusuf

Menteri Sosial Republik Indonesia

TRIBUNNEWS.COM - Di dalam Alquran khidmat sering disebut dengan istilah jihad dan dilakukan dengan dua hal ; "bi amwalikum wa anfusikum", dengan harta dan jiwa kalian.

وَّجَاهِدُوۡا بِاَمۡوَالِكُمۡ وَاَنۡفُسِكُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

"...dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS: At-Taubah:41).

Dalam konteks ini, Alquran selalu menyebutkan kata "amwalikum" (hartamu) sebelum "anfusikum" (jiwamu). Alquran mengajari kita untuk berkhidmat dengan harta sebelum dengan jiwa.

Tidak sedikit di antara kita yang sering rela mengorbankan nyawa tetapi tidak rela mengorbankan hartanya. Kita kerap mengorbankan kesehatan, tubuh bahkan jiwa, demi harta. 

Karena itu perkhidmatan dengan harta di dalam Islam, lebih didahulukan daripada perkhidmatan dengan jiwa. Perkhidmatan dengan harta yang merupakan salah satu rukun Islam adalah mengeluarkan zakat.

Ayat-ayat Alquran yang menjelaskan ciri-ciri orang taqwa, selalu menyebut perihal zakat atau infaq di jalan Allah sebagai salah satu tandanya. Awal surah menyebutkan ciri-ciri orang taqwa sebagai orang yang mengimani yang gaib, menegakkan salat mengeluarkan infaq dan mengimani kitab-kitab terdahulu.

Baca juga: Dukung Pemberdayaan Komunitas Mangrove, Fatma Gus Ipul: Bisa Ciptakan Lingkungan yang Lebih Sehat

Ada banyak nama untuk bulan Ramadan. Selain yang telah banyak disebutkan, Nabi Muhammad SAW juga menyebutnya sebagai "bulan kesabaran, bulan ampunan, dan Bulan Berbagi" atau (Syahrul Muwaasaat). Pada bulan ini, orang kaya bukan saja harus berbagi kekayaan dengan orang miskin. Ia juga harus ikut berempati dengan penderitaan mereka. Orang beruntung harus berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang malang.

Tuhan berfirman, "Puasa itu hanya untuk Aku." Puasa disembahkan hanya untuk Tuhan. Tidak ada persembahan yang paling agung selain perkhidmatan kepada makhluk-Nya. Mencintai Tuhan, hanya dapat dilakukan dengan mencintai sesama manusia. Karena itu, amal yang paling dicintai Tuhan pada "Bulan Berbagi", bukanlah saja ibadah ritual yang bersifat individual, tetapi ibadah yang membagikan kebahagiaan kepada orang banyak. Islam mendorong pemeluknya untuk juga saleh secara sosial. 

Baca juga: Bicara Efisiensi Anggaran, Gus Ipul : Kaya Puasa yang Bisa Menghapus Sel Kanker dan Lemak Birokrasi

Kerja-kerja sosial harus selalu berpedoman kepada landasan-landasan filosofis tersebut. Kelompok sasaran yang kita sering sebut dalam dua belas klaster (terangkum dalam 12 PAS), dapat menjelaskan kelompok masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan negara. Hak-hak mereka dijamin oleh konstitusi. Lebih-lebih dalam usaha membantu memberdayakan mereka agar mampu berpindah dari kondisi yang menghimpit menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bahagia.

Dalam klaster terkait perlindungan, rehabilitasi dan pemberdayaan anak-anak bermasalah, misalnya, kita juga punya sandaran keagamaan. Bahwa, kita mesti memberi perhatian sungguh-sungguh kepada mereka. Sebab, Tuhan jauh-jauh hari mengingatkan bahwa anak bermasalah akan menjadi persoalan serius dalam proses penyiapan generasi yang tangguh, jika tidak segera ditangani.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا﴾
[ النساء: 9]

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” [Nisa: 9]

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved