Sabtu, 24 Januari 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Berlatih Menjadi Pemimpin

Seorang pejabat yang menduduki posisi sebagai residen haruslah orang dengan segudang pengalaman dan latar belakang pendidikan yang mumpuni. 

Istimewa
MENJADI PEMIMPIN - Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk periode 2025–2030, Irwan. 

Pada era tersebut, Pemerintah Kolonial Belanda menerapkan‘bar’ (standar) yang tinggi bagi para pejabatnya. 

Seorang pejabat yang menduduki posisi sebagai residen haruslah orang dengan segudang pengalaman dan latar belakang pendidikan yang mumpuni. 

Tujuannya tidak semata-mata agar pemerintahan Hindia Belanda lebih kokoh, namun juga memastikan bahwa program kolonialisme berjalan untuk kemajuan ekonomi negeri Belanda kala itu.

Di sisi lain, eksplorasi sumber daya alam dan kekayaan keanekaragaman hayatinya juga terus digenjot. 

Meski, kita semua yakin, bahwa motif di balik semua studi dan penyelidikan (penelitian) pada masa itu ditujukan untuk menumpuk kekayaan finansial dan intelektual Kerajaan Belanda. 

Menarik pembelajaran dari cuplikan sejarah tersebut, dengan konteks Indonesia saat ini, maka isu kecakapan dan keahlian, kesiapan dan kelayakan para pemimpin dan calon pemimpin di Republik ini perlu mendapat perhatian serius. 

Perlu dipersiapkan sejak awal, dipupuk dengan cara dilatih oleh tugas dan assignment, diasah dengan masalah dan pemecahannya, dan dibimbing serta diajar oleh tangan berpengalaman.

Salah satu unsur masyarakat di dalam kehidupan bernegara adalah partai politik. Bahwa partai politik adalah rumah kelahiran para pemimpin eksekutif dan legislatif, para menteri dan kepala daerah. 

Oleh karenanya, dengan salah satu fungsinya tersebut, maka partai politik wajib membekali semua kadernya dengan pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan negara, pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam, serta dasar ilmu pengetahuan pengalaman untuk mengelola dan menyejahterakan kehidupan bermasyarakat. 

Terkait pemimpin dan kepemimpinan ini, seyogyanya setiap unit organisasi atau lembaga menjadikan proses pendidikan kepemimpinan sebagai ruh keberlanjutan organisasi, tidak terkecuali partai politik. 

Pengkaderan yang terstruktur, dan rekrutmen yang selektif dan rekam jejak dalam pencapaian dalam menyelesaikan permasalahan, harus menjadi bobot penilaian dalam menuju puncak piramida kempimpinan, di lembaga apapun, di manapun.

Bung Hatta menggambarkan bahwa pemimpin haruslah siap menderita. 

Pemimpin siap menderita dalam artian mau dan ikhlas berkorban dalam pengabdian, setia menghadapi kesulitan, dan berdiri di garda terdepan dalam memperjuangkan cita-cita. 

Pemimpin adalah orang yang ditempa, dilatih, dibimbing dan dibentuk oleh pemimpin sebelumnya. Untuk menjadi pemimpinyang baik, harus bisa menjadi pengikut yang baik.

Mari kita jadikan usia dewasa dan pengalaman sebagai sumber kebijaksaan dan usia muda serta kepolosan menjadi sumber kekuatan untuk bergerak, tidak mudah menyerah dan siap untuk berkarya membangun negeri dari ujung terjauh pelosok desa dan hutan hingga di tengah hiruk pikuk perkotaan dan metropolitan.

Selamat Ulang Tahun Partai Demokrat ke-24, rumah besar yang akan terus melahirkan pemimpin dan calon pemimpin masa depan Republik Indonesia!

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved