Jumat, 9 Januari 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Tahun Pertama Prabowo dan Kebangkitan Kedaulatan

Efatha Filomeno Borromeu Duarte, akademisi Universitas Udayana bicara satu tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Editor: Wahyu Aji
Capture Video Youtube Sekretariat Presiden
SATU TAHUN PEMERINTAHAN - Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR ke-1 Tahun Sidang 2025-2026, Jumat (15/8/2025) sore. 

Oleh: Efatha Filomeno Borromeu Duarte, S.IP., M.Sos 

Akademisi Universitas Udayana

NEGARA kita ini memang suka menahan napas. Terlalu sering. Lama-lama ya pingsan juga.

Tapi, kalau Presiden Prabowo Subianto yang baru menjabat setahun ini memimpin, ada yang berubah total. Bukan hanya ganti baju di Istana, bukan sekadar ganti jargon. Inilah soal Grammar Kekuasaan. Cara negara kita bicara tentang dirinya sendiri. Itu yang tampak berubah.

Dulu, negara kita itu kayak gadis piatu. Gagap gugup kalau ketemu Tuan-tuan Besar pemilik modal. Selalu main negosiasi. Keadilan ditukar stabilitas. Kepatuhan ditukar konsesi. Namanya bukan mengelola negara, itu namanya berdagang.

Sekarang?

Tata bahasanya sudah di-instal ulang. Negara tidak lagi berbisik. Negara sekarang bertindak.

Bukan Angka, Itu Cuma Gejala

Kita ini selalu bangga kalau dengar aset triliunan disita. Wah, hebat! Padahal, angka-angka itu cuma gejala. Kayak demam tinggi. Bukan diagnosis penyakitnya.

Penyakitnya apa? Struktur kekuasaan yang bisa diatur, yang bisa dibeli! itu dia.

Puluhan tahun ini, oligarki besar kepala karena negara kita hilang suara. Kehilangan kata “TIDAK.”

  • Nambang ilegal? Ah, itu kan cuma bisnis, tenang saja, laporannya lengkap kok, cuma izinnya yang belum.
  • Babat hutan sampai botak? Bukan kriminal, itu strategi investasi. Yang penting ROI tinggi, bukan daun hijau.
  • Suap pejabat? Itu namanya “diplomasi meja makan”. Kalau jam terbangnya tinggi, sebutannya bukan koruptor, tapi senior negotiator.
  • Bangun pabrik di kawasan lindung? Itu bukan pelanggaran, itu ekspansi visi pembangunan.
  • Dana publik disedot ke proyek pribadi? Itu cuma sinergi lintas sektor dan  antara kantong pribadi dan kas negara.

Selama bertahun-tahun, kalimat seperti itu adalah tata bahasa kekuasaan kita.
Kalimat yang membuat kejahatan terdengar seperti kebiasaan, dan keserakahan terdengar profesional.

Logika itu sekarang dibalik. Prabowo dan pemerintahnya seperti bilang: Kedaulatan ini bukan lagi menu di meja makan malam Anda.

Efeknya langsung terasa di mana-mana. Di pelabuhan, di ladang sawit, di ruang sidang pidana. Pemain besar yang selama ini tidur nyenyak di balik backingan partai, media, atau jubah hukum, tiba-tiba jet lag. Mereka bingung mau menyogok siapa. Mau bicara dengan siapa.

Singkatnya: Negara ini tidak bisa di-telepon tengah malam lagi.

Sinergi Baru, Bukan Sekadar Rapat

Saya hafal sekali. Istilah "sinergi antarlembaga" itu artinya: Rapat berkepanjangan, kadang hasil kerja nol koma.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved