Sabtu, 11 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Amerika Versus Venezuela

Risiko Perekonomian Global dalam Penangkapan Nicolas Maduro

Penangkapan Maduro oleh Delta Force & CIA guncang politik global, cadangan minyak Venezuela jadi taruhan ekonomi dunia.

|
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
Muhammad Syarkawi Rauf 

Muhammad Syarkawi Rauf

Dosen FEB Universitas Hasanuddin 

Chairman ASEAN Competition Institute

Komisioner dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI) periode 2012 – 2018

Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh Delta Force, pasukan khusus Amerika Serikat (AS) dan CIA, badan intelijen AS pada Sabtu, 3 Januari 2026 mengguncang tatanan politik global yang selama ini dibangun berdasarkan aturan (rule based) yang disepakati secara internasional.

Penangkapan Maduro oleh pasukan AS juga dikhawatirkan meningkatkan risiko terhadap perekonomian global mengingat Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, yaitu mencapai 303 milyar barrel. 

Deposit minyak Venezuela lebih besar dari deposit minyak Saudi Arabia yang mencapai 267 milyar barrel, Iran 209 milyar barrel, Iraq 145 milyar barrel, dan United Arab Emirate (UAE) 113 milyar barrel. 

Namun, dalam 50 tahun terakhir, sejak tahun 1970-an, kontribusi perekonomian Venezuela menurun dari 1,0 persen menjadi hanya 0,1 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP) global harga konstan. Sehingga risiko penangkapan Maduro terhadap perekonomian global menjadi relatif kecil. 

Demikian juga dengan produksi minyak Venezuela yang mengalami penurunan dari 3,5 juta barrel minyak per hari (mbpd) pada tahun 1970-an, setara 8,0 persen dari total pasokan minyak global pada dekade 1970 – 1980-an. Menjadi hanya 1,0 juta barrel per hari atau peringkat ke-18 produsen minyak bumi dunia. 

Hingga saat ini, efek penangkapan Maduro terhadap harga komoditas minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) crude oil mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen, yaitu menjadi 61,76 dollar AS per barrel untuk minyak Brent dan 58,32 per barrel untuk WTI crude oil. 

Dimana, penangkapan Maduro membuat outlook terhadap sektor energi menjadi positif dalam jangka menengah karena ekspektasi investasi pada infrastruktur perminyakan akan mengalami peningkatan. Hal ini berdampak pada harga saham perusahaan-perusahaan minyak AS mengalami kenaikan. 

Tidak hanya itu, ekspektasi peningkatan pengeluaran di bidang pertahanan akibat serangaan AS ke Venezuela mendorong saham-saham perusahaan bidang pertahanan juga mengalami peningkatan.

Selain itu, harga saham di Emerging Market Economies (EMEs) mengalami kenaikan karena penguasaan cadangan minyak bumi terbesar dunia oleh AS dan adanya potensi peningkatan produksi minyak dunia. 

Hal ini membuat ekspektasi harga minyak dunia mengalami penurunan yang menguntungkan negara-negara importir minyak dunia. 

Bahkan beberapa asset yang dianggap sebagai safe haven asset (asset yang dianggap aman karena harganya yang stabil, trennya naik), seperti mata uang dollar AS yang tercermin pada kenaikan US dollar index (DXY) sebesar 0,2 persen, harga emas dan perak juga mengalami peningkatan berdasarkan data Trading Economics pada Senin, 5 Januari 2026.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved