Tribunners / Citizen Journalism
Gatal di Telinga Tak Selalu karena Kotoran, Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, infeksi jamur telinga (otomikosis) merupakan penyebab gatal yang cukup sering ditemukan.
Oleh: dr. Andri Firmansyah, Sp.THT-KL
Dokter Spesialis THT & Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS)
TRIBUNNEWS.COM - Pernah merasa telinga tiba-tiba gatal dan rasanya ingin segera dikorek? Banyak orang langsung berasumsi, "Pasti karena kotoran."
Tanpa berpikir panjang, cotton bud, tisu, bahkan jepit rambut pun digunakan untuk mengatasi rasa gatal tersebut. Padahal, anggapan itu tidak selalu benar.
Dalam praktik sehari-hari, dokter THT sering menemui pasien dengan keluhan gatal telinga yang ternyata bukan disebabkan oleh kotoran, melainkan masalah lain yang justru bisa bertambah parah jika ditangani dengan cara yang keliru.
Telinga Punya Mekanisme Membersihkan Diri
Perlu diketahui, telinga sebenarnya memiliki sistem pembersihan alami. Kotoran telinga atau serumen bukanlah sesuatu yang menjijikkan. Justru, serumen berfungsi melindungi liang telinga dari debu, kuman, dan serangga, sekaligus menjaga kelembapan kulit telinga.
Masalah muncul ketika telinga terlalu sering dikorek. Bukannya bersih, kotoran malah terdorong semakin ke dalam, memicu iritasi, sumbatan, hingga infeksi.
Infeksi Jamur, Penyebab Gatal yang Sering Terabaikan
Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, infeksi jamur telinga (otomikosis) merupakan penyebab gatal yang cukup sering ditemukan.
Kondisi ini mudah terjadi pada telinga yang lembap, terutama pada orang yang:
- Terlalu sering membersihkan telinga
- Menggunakan earphone dalam waktu lama
- Sering berenang tanpa mengeringkan telinga dengan baik
Keluhan biasanya berupa gatal hebat, rasa penuh, dan terkadang keluar cairan atau serpihan putih keabu-abuan. Sayangnya, banyak orang mengira ini hanya kotoran biasa dan menunda berobat.
Semakin Dikorek, Semakin Gatal
Ironisnya, kebiasaan mengorek telinga justru sering menjadi sumber masalah. Kulit liang telinga sangat tipis dan sensitif. Jika terus-menerus digesek, kulit bisa menjadi kering, lecet, dan mudah terinfeksi.
Awalnya hanya terasa gatal ringan. Namun jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi radang telinga luar (otitis eksterna) yang menimbulkan nyeri hebat dan pembengkakan.
Baca juga: Benarkah Terapi Pijat Bisa Sembuhkan Gangguan Pendengaran? Begini Kata Dokter THT
Alergi juga Bisa Menjadi Penyebab
Tak banyak yang menyadari bahwa gatal telinga juga dapat dipicu oleh reaksi alergi atau iritasi kulit. Beberapa pemicu yang sering ditemui antara lain:
- Earphone atau headset
- Alat bantu dengar
- Produk perawatan rambut yang masuk ke telinga
Biasanya keluhan disertai kemerahan, kulit bersisik, atau rasa perih di sekitar liang telinga.
Waspadai Tanda Awal Infeksi
Pada beberapa kasus, gatal merupakan sinyal awal infeksi bakteri.
Jika mulai disertai nyeri, cairan berbau, atau pendengaran terasa menurun, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter THT.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-membersihkan-telinga-dengan-cotton-bud.jpg)