Selasa, 21 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Saat Risiko Bisnis Dipidana: Siapa Masih Berani Memimpin BUMN?

Salah satu kasus BUMN yang kembali menarik perhatian publik adalah kasus PT Indofarma (Persero) Tbk periode 2020-2023. 

Editor: Dodi Esvandi
HO/IST
Adi Prihanisetyo, Pengajar dan Peneliti Akuntansi 

Untuk memahami risiko yang muncul dari kondisi ini, pendekatan Fraud Triangle yang diperkenalkan oleh Donald Cressey menjadi relevan. 

Cressey menjelaskan bahwa kecurangan biasanya muncul karena tiga faktor utama: tekanan (pressure), kesempatan (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization). 

Dalam kasus Indofarma, lemahnya pengawasan akibat rangkap jabatan secara langsung memperbesar elemen opportunity. 

Ketika kontrol tidak berjalan efektif, maka peluang untuk terjadinya penyimpangan menjadi lebih terbuka. 

Pada sisi lain, tekanan untuk mencapai target kinerja perusahaan, terutama dalam situasi bisnis yang menantang, memperkuat faktor pressure. 

Sementara itu, keputusan yang diambil atas nama kepentingan perusahaan atau kelompok usaha dapat menjadi dasar pembenaran, atau rationalization, bagi tindakan yang sebenarnya menyimpang. 

Kombinasi ketiga faktor ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terjadinya masalah. 

Sekali lagi, ini menunjukkan bahwa akar persoalan tidak bisa hanya dilihat dari individu, tetapi harus ditelusuri hingga ke desain sistem yang membentuk perilaku organisasi. 

Baca juga: Kasus Korupsi Indofarma Kembali Jadi Sorotan, Akademisi Nilai Putusan Hakim Langgar Logika Hukum

Sekadar Sisi Akuntansi

Lalu, mengapa kasus ini lebih banyak dibahas dari sisi akuntansi? 

Jawabannya sederhana: karena aspek akuntansi adalah yang paling mudah terlihat. 

Temuan audit umumnya berfokus pada akun-akun seperti piutang dan persediaan, yang memang sensitif dan memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan. 

Masalah pada piutang dapat mencerminkan lemahnya penagihan atau pengakuan pendapatan yang terlalu agresif. 

Sementara itu, persoalan pada persediaan bisa menunjukkan adanya penumpukan barang atau penilaian yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. 

Namun, penting untuk dipahami bahwa laporan keuangan pada dasarnya adalah output, bukan penyebab. 

Angka-angka tersebut merupakan hasil akhir dari serangkaian keputusan bisnis, kebijakan operasional, serta efektivitas sistem pengendalian internal. 

Sumber: Tribunnews.com

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved