Selasa, 19 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Gen Z Cerdas, Cermat dan Keberanian yang Tidak Kita Wariskan

Mereka yang berwenang atas lomba tentang Pancasila justru mempertontonkan sila kelima masih bisa masuk ranah tawar-menawar.

Tayang:
tangkapan layar
LOMBA CERDAS CERMAT - Video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah beredar di media sosial. Jannus TH Siahaan menyoroti perhatian warganet tertuju pada keputusan dewan juri yang memberikan nilai berbeda terhadap dua jawaban yang dinilai serupa dari peserta lomba. Yang paling menggelikan, mereka yang berwenang atas lomba tentang Pancasila ini justru mempertontonkan bahwa sila kelima pun rupanya masih bisa masuk ranah tawar-menawar. Bukan sebagai serangan personal, hanya sebuah catatan struktural.  

Generasi kami tidak cukup sering mengatakan ini, dan itu adalah utang yang sesungguhnya harus diakui. 

Dunia yang kami wariskan tidak sempurna, dan kalian yang paling banyak menanggung konsekuensinya. 

Setiap kali generasi yang lebih tua menyebut Gen Z sebagai "generasi strawberry" yang mudah hancur, kita lupa bahwa strawberry itu tetap tumbuh meski tanahnya tidak selalu subur — dan tumbuh itu sendiri sudah merupakan keberanian yang nyata.

Ocha tidak mewakili semua Gen Z, dan memang tidak seharusnya demikian. Tapi ia membuktikan sesuatu yang perlu terus-menerus diingatkan kepada siapapun yang tergoda meremehkan generasi ini: bahwa di tengah semua tekanan, semua label, dan semua ekspektasi yang saling bertentangan sesungguhnya masih ada anak muda yang berdiri tegak, bersuara dengan bermartabat, dan menolak diam hanya karena sosok yang di depannya memiliki jabatan dan otoritas  lebih tinggi. 

Tentu itu bukan sesuatu yang kecil. Itu adalah sesuatu yang bahkan oleh banyak orang yang mengaku dewasa, mereka yang mengaku sudah makan asam garam kehidupan justru gagal melakukannya di sepanjang karir mereka.

Wajar jika Ocha dan teman-teman segenerasinya meneriakkan : “Kami, generasi Z bangga. Bukan dengan cara yang menggurui, bukan pula dengan cara yang merasa lebih tahu, dan bukan karena Ocha pula satu-satunya yang layak dibanggakan. Tapi dengan cara yang — untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama — membuat kami merasa bahwa sebagai generasi yang akan meneruskan semua ini tidak perlulah kami diragukan, asalkan semua dari lintas generasi utamanya generasi sebelum Gen Z  cukup bijak untuk berhenti meremehkan mereka sebelum sempat mendengarkan, dan cukup rendah hati untuk belajar dari mereka walau usianya jauh lebih muda.

 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved