Selasa, 19 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Ironi Nasionalisme yang Membunuh Anak Kandungnya Sendiri 

Di Morowali Utara, perlambatan industri smelter mulai berdampak nyata terhadap ekonomi masyarakat lingkar tambang

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Sutriyanto
HO
ILUSTRASI proyek hilirisasi dan industrialisasi di sektor mineral. pemerintah bicara tentang nasionalisme, tentang kedaulatan sumber daya alam, tentang bagaimana Indonesia tidak boleh lagi dijajah asing melalui ekspor bahan mentah. Tetapi ketika ada perusahaan nasional murni yang benar-benar mencoba membangun smelter dengan darah, keringat, dan modal anak bangsa sendiri - negara justru tampak dingin. 

Pertanyaannya sederhana: apakah pemerintah benar-benar menghitung dampak sosial dari kebijakan ini?

Di Jakarta, pengurangan RKAB mungkin hanya terlihat sebagai angka statistik. Tetapi di lingkar tambang, itu berarti:
cicilan motor terancam macet, anak sekolah bisa berhenti kuliah, rumah makan kehilangan pelanggan, dan ekonomi desa bisa lumpuh perlahan.

Inilah yang sering tidak terlihat dalam pidato-pidato nasionalisme.

Bahwa industri nikel hari ini bukan sekadar soal hilirisasi dan devisa negara.

Ia sudah menjadi denyut hidup masyarakat kawasan tambang.

Ironisnya, di tengah badai itu, perusahaan nasional murni justru terlihat paling rapuh.

Baca juga: Pemerintah dan Asosiasi Perunggasan Perkuat Sinergi Hilirisasi untuk Kesejahteraan Peternak

Ceria Group, melalui proyek Smelter Merah Putih di Kolaka adalah contoh nyata PMDN yang mencoba berdiri di tengah dominasi modal asing.

Statusnya bukan hanya merupakan PMDN, PSN, tetapi juga sekaligus Objek Vital Nasional.

Dan justru karena itulah publik mulai mempertanyakan: mengapa negara tidak terlihat lebih agresif melindungi industri nasionalnya sendiri?

Semua orang tahu: perusahaan asing punya bantalan modal global.

Mereka punya akses bank internasional.

Mereka punya supply chain lintas negara.

Mereka punya daya tahan panjang.

Tetapi PMDN seperti Ceria? Mereka bertarung sambil menjaga napas. Siapa yang berkewajiban membantunya kecuali Negara? Dan di sinilah luka itu mulai terasa dalam.

Negara begitu keras bicara tentang kedaulatan ekonomi, tetapi ketika ada industri nasional yang benar-benar mencoba membangun “Smelter Merah Putih”, dukungan nyata terasa tidak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved